Pengukuran Waktu Kerja

Waktu Kerja

Suatu pekerjaan akan dikatakan diselesaikan secara efisien apabila waktu penyelesaiannya berlangsung paling singkat. Untuk menghitung waktu baku (standard time) penyelesaian pekerjaan guna memilih alternatif metode kerja yang terbaik, maka perlu diterapkan prinsip-prinsip dan teknik-teknik pengukuran kerja (work measurement atau time study). Pengukuran waktu kerja ini akan berhubungan dengan usaha-usaha untuk menetapkan waktu baku yang dibutuhkan guna menyelesaikan suatu pekerjaan. Secara singkat pengukuran kerja adalah metode penetapan keseimbangan antara kegiatan manusia yang dikontribusikan dengan unit output yang dihasilkan (Wignosoebroto, 2008). Time study bisa juga dinyatakan sebagai suatu proses untuk menghitung waktu yang diperlukan untuk suatu pekerjaan, dalam sistem kerja terbaik yang dilakukan pekerja terlatih dan bekerja secara normal.

Waktu baku sangat diperlukan terutama sekali untuk:

  • Perencanaan kebutuhan tenaga kerja
  • Estimasi biaya-biaya upah pekerja
  • Penjadwalan produksi dan pengganggaran
  • Perencanaan sistem pemberian bonus dan insentif bagi pekerja yang berprestasi
  • Indikasi keluaran (output) yang mampu dihasilkan oleh seorang pekerja
  • Memperbaiki metode kerja
  • Mengetahui waktu standar bagi suatu pekerjaan

Waktu baku ini merupakan waktu yang dibutuhkan oleh seseorang pekerja yang memiliki tingkat kemampuan rata-rata untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Waktu baku sudah memperhitungkan kelonggaran waktu yang diberikan dengan memperhatikan situasi dan kondisi pekerjaan yang harus diselesaikan. Waktu baku yang dihasilkan dalam aktivitas pengukuran kerja ini akan dapat digunakan sebagai alat untuk membuat rencana penjadwalan kerja yang menyatakan berapa lama suatu kegiatan itu harus berlangsung dan berapa output yang akan dihasilkan serta berapa pula jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Teknik pengukuran waktu kerja ini pada dasarnya dibagi atau dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu:

  • Pengukuran waktu kerja secara langsung; pengukurannya dilaksanakan secara langsung yaitu ditempat dimana pekerjaan yang diukur dijalankan, terdiri dari cara pengukuran kerja dengan menggunakan jam henti (stopwatch time study) dan sampling kerja (work sampling).
  • Pengukuran waktu kerja secara tidak langsung; perhitungan waktu kerja tanpa si pengamat harus ditempat pekerjaan yang diukur, cara ini bisa dilakukan dalam aktivitas data waktu baku (standard data) dan data waktu gerakan (predetermined time system)

Pengukuran kerja secara langsung (terutama pengukuran dengan jam henti) adalah merupakan aktivitas yang mengawali dan menjadi landasan untuk kegiata-kegiatan pengukuran kerja yang lain. Dalam penentuan waktu baku ada beberapa istilah yang dikenal yaitu waktu normal dan waktu siklus.

Waktu Baku (WB) adalah waktu yang dibutuhkan secara WAJAR oleh pekerja NORMAL untuk menyelesaikan pekerjaannya yang dikerjakan dalam sistem kerja TERBAIK SAAT ITU.

  • WB = WN + i*WN
  • i = Kelonggaran

Waktu Normal (WN) adalah waktu penyelesaian pekerjaan yang diselesaikan oleh pekerja dalam kondisi WAJAR dan kemampuan RATA-RATA.

  • WN = WS x p
  • p = Penyesuaian
  • p = 1 ~ bekerja WAJAR
  • p < 1 ~ bekerja terlalu LAMBAT
  • p > 1 ~ bekerja terlalu CEPAT

Waktu Siklus (WS) adalah waktu penyelesaian satu satuan produksi

  • WS = Jumlah waktu / jumlah pengamatan

Pustaka:

Wignosoebroto S. 2008. Ergonomi Studi Gerak dan Waktu : Teknik Analisis untuk Peningkatan Produktivitas Kerja. Guna Widya. Surabaya.

Sutalaksana, I, Ruhana A, dan Jann T.  1979.  Teknik Tata Cara Kerja.  Departemen Teknik Industri. ITB.


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *