Migrasi yuk ke ISO 9001:2015

Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB selama 2 hari pada Senin dan Selasa (1-2 Oktober 2018) mendapat kunjungan para auditor dari PT. Superintending Company Indonesia (Sucofindo) selaku pihak eksternal untuk melaksanakan audit.  Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan dan penjaminan mutu pengelolaan layanan di dekanat dan 4 departemen di Fateta. Audit eksternal diselenggarakan untuk mengevaluasi penerapan ISO 9001:2015 yang sedang berjalan.

Sertifikasi ISO 9001_2015 (4)
Auditee dan Auditor Foto Bersama

Rangkaian kegiatan audit diawali dengan memaparkan secara singkat oleh penanggung jawab pelaksana ISO FATETA, yaitu Prof. Kudang Seminar selaku Dekan Fateta dalam rapat pembuka yang diadakan di Ruang Sidang FATETA. Rapat pembuka yang dimulai pada pukul 09.30 tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan Akademik Prof. Ono Suparno sekaligus Ketua GPM (Gugus Penjaminan Mutu) serta Wakil Dekan SKP Prof. Slamet Budijanto sekaligus sebagai Koordinator Auditor Internal dan para wakil manajemen dan tim implementasi ISO dari semua departemen. Sedangkan dari tim auditor, turut hadir Togu Sihombing selaku Audit Team Leader, beserta Indra Wijaya dan Mochamad Taufiq selaku anggota serta Technical Expert.

Sertifikasi ISO 9001_2015 (3)
Para Auditor dari Sucofindo

Selama 2 hari kegiatan audit dilaksanakan secara paralel dengan membagi auditee pada 3 auditor, Dekanat dan Departemen Teknologi Industri Pertanian diaudit oleh Togu Sihombing; Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan diaudit oleh Indra Wijaya; Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan serta Departemen Teknik Mesin dan Biosistem diaudit oleh Mochamad Taufiq. Acara ditutup pada hari kedua dengan dihadiri oleh semua auditee dan auditor.

Salah satu perubahan utama pada ISO 9001:2015 adalah adanya pendekatan yang sistematis terhadap resiko, alih-alih menganggapnya sebagai sebuah standar manajemen tersendiri di luar sistem manajemen mutu. Pada ISO 9001:2008, memang sudah terdapat salah satu aspek dari manajemen resiko sebagaimana tertulis pada klausul 8.5.3 tindakan pencegahan yang bila dilihat isinya, memang mengatur salah satu prinsip manajemen resiko:

Organisasi harus menentukan tindakan untuk menghilangkan penyebab-penyebab dari ketidaksesuaian potensial dalam rangka  pencegahan timbulnya kejadian”

Akan tetapi, keberadaannya terpisah dari keseluruhan sistem, berdiri sendiri sebagai salah satu dari sekian banyak proses yang diatur dalam Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008. Pada ISO 9001:2015, resiko dianggap sebagai suatu kesatuan yang tidak dipisahkan dari sistem. Dengan mengambil pendekatan yang berbasis resiko, organisasi diharapkan menjadi lebih proaktif ketimbang reaktif, senantiasa mencegah dan mengurangi efek yang tidak dikehendaki, dan selalu mempromosikan perbaikan sistem yang berkelanjutan (continoual improvement). Ketika manajemen resiko diterapkan, secara otomatis tindakan pencegahan akan dilakukan.


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *