Si tanaman udara : Tillandsia

Tanaman Tillandsia dikenal juga dengan sebutan air plant.  Tanaman ini mendapat julukan itu karena kemampuannya yang dapat hidup tanpa media tanam. Serupa dengan kelompok anggrek, tanaman berbunga sederhana ini tergolong tanaman epifit atau menempel atau menggantung tangkai, batang, juga ranting-ranting pada tumbuhan inang tanpa merugikannya. Tanaman Tillandsia termasuk kelompok nanas-nanasan. Meskipun begitu ia tidak menghasilkan buah seperti namas, malahan termasuk tanaman hias daun yang memiliki bunga yang kurang menarik. Dulu sekitar tahun 2008 aku pernah memilikinya. Tanaman ini memiliki bulu-bulu halus di sekujur tubuhnya, dan bulu-bulu ini sangat bermanfaat menangkap uap air dan debu-debu yang mengandung hara. Akar tanaman tidak digunakan untuk mencari dan menyerap unsur hara, fungsinya justru untuk berpegang pada pohon inang.

Berbeda dengan tanaman lainnya, air plant atau tillandsia tak membutuhkan perhatian ekstra. Penanamannya pun bisa dilakukan di mana pun, misalnya digantung dalam wadah kaca, dilekatkan di atas batu, dimasukkan ke dalam ruang siput, atau ditanam di dalam gelas. Yuk, berkenalan dengan tanaman ini lebih dekat.

Ada beberapa jenis tillandsia, yaitu:

  • Tillandsia usneoides, pertumbuhannya memanjang ke bawah seperti rambut, sehingga kadang disebut tanaman berjenggot atau biasa disebut tanaman jenggot musa atau jenggot nabi. Biasanya digunakan sebagai tanaman gantung. Jenis tillandsia ini berbentuk gumpalan benang-benang halus yang menjuntai. Ketika tergantung, sepintas juga menyerupai jaring-jaring ikan yang sangat halus.
https://www.instagram.com/p/BZp9VjoBHyi/?utm_source=ig_web_copy_link
Tillandsia usneoides
  • Tillandsia streptocarpa, bentuknya seperti akar dan semakin tua setiap daunnya akan memanjang dan melengkung. Tillandsia jenis ini biasanya ditempel di dinding. Tillandsia berbentuk seperti segitiga bergaris, daunnya berwarna hijau keabuan dan memiliki bunga berwarna biru tua keunguan dengan aroma yang wangi.
  • Tillandsia juncea, sekilas bentuknya mirip landak laut namun lebih tipis, berwarna hijau dan ujung daunnya tidak tajam.
Tillandsia juncifolia
Tillandsia juncea
  • Tillandsia ionantha, asalnya dari Meksiko dan bentuknya mirip dengan tanaman sikas berukuran sangat kecil.
  • Tillandsia cacticola, helai daunnya berbentuk segitiga dan tanaman asal Peru ini baisanya ditemukan di sela-sela pohon kaktus. Melihat bentuknya, tillandsia ini seperti tanaman tak bertangkai.
  • Tillandsia aeranthos, tumbuh dengan daun yang menyerupai daun nanas, namun ukuran daunnya kecil-kecil. Daunnya bergerombol dan berbunga indah dengan perpanduan warna yang menawan, yaitu mahkota bunga berwarna ungu indigo dan kelopaknya berwarna merah ruby. Menghasilkan bunga yang banyak dan berkuncup selama sebulan lamanya.
Tillandsia rubby
Tillandsia aeranthos
  • Selain jenis-jenis diatas, masih banyak lagi jenis tillandsia yang lebih unik dan menarik…

Cara merawat tillandsia

  • Karena dikenal sebagai air plant, tillandsia sangat membutuhkan sirkulasi udara untuk tumbuh dan berkembang. Jadi, Anda boleh saja menempatkan tillandsia di dalam stoples, tapi jangan tutup bagian atasnya, tetap biarkan terbuka agar tillandsia mendapatkan oksigen.
  • Tanaman ini membutuhkan sedikit air untuk tumbuh. Pasalnya, tillandsia mendapatkan nutrisi dari menangkap oksigen dan uap air yang ada di udara. Jadi, Anda cukup menyiramkan sekali dalam 2-3 minggu.
  • Tillandsia membutuhkan sinar matahari hangat sebagai pertumbuhannya. Jadi jangan tempat tanaman ini di area yang terpapar sinar sangat terik atau jangan pula menempatkannya di dalam ruangan gelap karena akan membuatnya cepat membusuk. Tempatkan tillandsia di ruangan yang memudahkan sinar matahari pagi dan sore masuk.
  • Singkirkan daun yang kering atau busuk agar tak menyebar ke daun lainnya.

Perbanyakan tanaman Tillandsia terbilang mudah juga. Tanaman ini dapat diperbanyak dengan cara split / memisahkan anakan yang muncul. Anakan-anakan tillandsia biasanya muncul setelah selesai masa berbunga.

Sumber : Rumah.com & Bibit bunga


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *