Dec 11 2015

Bulan Mutu 2015

Published by under Lingkungan

Badan Standardisasi Nasional (BSN) menyelenggarakan Bulan Mutu Nasional (BMN) dalam rangka memperingati Hari Standar Dunia dan Bulan Mutu Nasional yang diselenggarakan bulan November setiap tahunnya. BMN tahun 2015 ini digelar pada tanggal 9 – 10 November 2015 bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), serta tanggal 19 – 20 November 2015 di Auditorium Gedung II BPPT. Tema BMN tahun ini adalah “70 Tahun Merdeka: Standar Mempercepat Transformasi Indonesia Menuju Lebih Baik”.

Berbagai kegiatan akan dilaksanakan seperti Launching Skema Skreditasi Lembaga Sertifikasi Usaha Pariwisata, Launching Aplikasi Layanan Informasi, Launching Skema Sistem Manajemen Keamanan Rantai Pasokan, Penyerahan Sertifikat SNI Pasar Rakyat, Seminar Nasional, Temu Masyarakat Standardisasi, Pameran/ Indonesia Quality Expo (IQE), Penganugerahan SNI Award, Penghargaan untuk Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi yang aktif dalam bidang standardisasi, Penghargaan untuk Komite Teknis Perumus SNI Terbaik (HTCA), Worshop dan Training Cara Ekspor ke Timur Tengah, dan sebagainya. Kegiatan – kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan BSN dalam bidang standardisasi untuk mewujudkan Indonesia menuju lebih baik.

Pada tanggal 11 Nopember 2015 diselenggarakan pula Seminar “Kualitas Lingkungan Mendukung Kualitas Hidup” 10 November 2015, Assembly Hall 3 – Jakarta Convention Center.  Adapun Materi Seminar dapat di download di :

  1. Kesiapan LS Mendukung Standar Lingkungan
  2. Kesiapan Laboratorium Lingkungan dalam Mendukung Penerapan Standar Lingkungan
  3. Hubungan Industri daalam Pelestarian Lingkungan Hidup
  4. Jalan Transformatif Pelestarian Lingkungan Hidup di Indonesia
  5. Pengembangan Teknologi dan Produk Ramah lingkungan
  6. Hubungan Standar dan Penilaian Kesesuaian terhadap Perbaikan Kualitas Lingkungan

No responses yet

Mar 12 2013

Lingkungan Mati

Published by under Lingkungan

Kau     sebut orang bicara tentang hijau daunan, rimbun
pepohonan, bermilyar kilometer kubik air yang
memadat, mencair dan menguap, garis gunung dan
lembah yang serasi, komposisi zat asam yang rapi
dalam harmoni,
Tapi     yang nampak oleh mataku orang-orang bertanam
tebu seluas lapangan sepakbola di bibir mereka.
Kau     bercerita orang bicara tentang serangga dan fisika
tanah, unggas dan kimia udara, ikan dan habitat laut-
an, manusia dan tetangganya, bumi dan klimatologi,
Tapi    yang terdengar oleh telingaku adalah serangkai lagu
dimainkan lewat instrumen tua sudah, dan bertabur
debu.
Kau     tulis orang telah bicara mengenai rekayasa genetika
padi dan sapi, penggergajian kayu dan pengedukan
mineral bumi, penyuburan industri dan transportasi,
distribusi laba dan budaya, pemerataan angka-angka
di atas bilangan jajaran kepala demi kepala,
Tapi    yang terasa olehku adalah dusta yang bergincu lalu
ejekan terus-terusan pada kemiskinan, perpacuan
dalam keserakahan, dengan paduan suara pengatas-
namaan dengan penuh keteraturan.
Kau     ingat-ingatkan aku tentang harmoni budaya antara
tetumbuhan – hewan – angkasa – perairan – dan manu-
sia, lalu kau beri aku 1000 kauseri tentang kemanu-
siaan yang adil dan beradab, serta 1000 petunjuk
mengenai sivilisasi yang lestari,
Yang     kulihat di layar kaca adalah hewan diadu hewan
untuk mengeruk isi kantong wisatawan walau itu
jelas melanggar peraturan, manusia diadu manusia
walau itu menghina otak manusia dan menggilas
akal waras, semua itu cuma karena kalap pada
sepotong nama dan serakah pada sejumlah rupiah,
Kau    bercerita tentang orang yang berkata bahwa sesudah
hewan diadu hewan dan hewan diadu manusia
budaya jahiliah diresmikan sah, lalu manusia diadu
manusia bermula dengan pemujaan pada kepalan
dan luas-luas dipertontonkan, lalu naik satu tangga
manusia diadu manusia dengan senjata, naik tangga
berikutnya keroyokan atau pembantaian manusia
pada rakyat sendiri atau bangsa lain, dengan bedil
sundut bom napalm atau hulu nuklir, dengan ciri
kekerasan dan penindasan yang makin naik kelas
dalam kebiadaban, maka paripurnalah perusakan
pada kehidupan lingkungan.
Kau     berkata orang masih juga bicara tentang lingkungan
hidup,
Aneh    ingatanku malah-terpaku kini
pada
lingkungan
mati.

Taufiq Ismail, 1990

No responses yet

Feb 05 2013

Menengadah Keatas, Merenungi Ozon Yang Tak Tampak

Published by under Lingkungan

Langit masih biru di atas halaman dan kampungku
Awan dengan beberapa juta jemarinya,
saling berpegangan bergugus-gugusan
Mereka bergerak perlahan bagaikan enggan
Masih adakah angin yang bertugas dalam keindahan
Aku tidak mendengar lagi suara unggas dan siamang
Seperti di desaku Baruh, di masa kanakku
Kini yang beringsut adalah gemuruh kendaraan
Menderu di jalanan kota besar
Menderu di jalanan kota sedang
Menderu di jalanan kota kecil
Semua berkejaran dalam jalur nafkah dunia
Semua menanam mesin dan menabur industri
Semua memburu panen angka-angka
Bergumam dan menderam dalam paduan suara
Kemudian selesma, bersin lalu terbatuk-batuk
Punggungmu jadi terbungkuk-bungkuk
Siapa yang akan mengurutmu di bagian tengkuk
Danau yang menyimpan warna biru
kenapa engkau jadi kelam dan hijau
Sungai yang meluncurkan air berkilau
Kenapa engkau keruh, suaramu sengau
Hutan yang menutup daratan, perbukitan dan gunung
kudengar tangismu dipanggang nyala api
seraya kesakitan engkau melahirkan
luasan gurun pasir kering kerontang
Mereka menggergaji dua lubang raksasa di atas sana
Terdengarkah olehmu gemeretak suaranya
Pasukan klor yang garang membantai lapisan ozon
Dan lewat sobekan-sobekannya
menerjuni kawah stratosfer menganga

Meluncur-luncurlah gerimis sinar ultra ungu
Menusuki kulit bumi
Menusuki daun-daunan
Menusuki kulit kita
dan mengukir rajah kanker
dengan tinta ultra ungu
Dan makin panaslah kulit bumi
Engkau akan jadi penghuni padang pasir
Aku akan mengukur bentangan kersik membara
Di atas unggun ini
Akan kita kemanakan anak-cucu kita
Bongkahan es di kedua kutub, utara selatan
Dikabarkan meleleh perlahan-lahan
Menggenangi kota-kota pelabuhan
Di atas unggun, dikepung pasang lautan
Akan kita kemanakan anak-cucu kita
Mereka bertanya
Masih adakah angin yang bertugas dalam keindahan
Engkau terpaksalah berkata
Ada memang getar sejuta senar gitar
Tapi kini nyanyian lagu radiasi
Yang melelehkan air mata terlambat sekali
Jatuh membasahi catatan-catatan keserakahan
Ketika semua menanam mesin dan menabur industri
Ketika semua memburu panen angka-angka
Berkejaran dalam jalur nafkah dunia
Lalai membaca isyarat-isyarat demikian jelasnya
Dari Pemilik Semesta yang menitipkan ciptaanNya
Pada kita semua.

Taufiq Ismail, 1989

No responses yet

Jan 17 2013

Membaca Tanda-Tanda

Published by under Lingkungan

Ada sesuatu yang rasanya mulai lepas
dari tangan
dan meluncur lewat sela-sela jari kita

Ada sesuatu yang mulanya
tak begitu jelas
tapi kini kita mulai merindukannya

Kita saksikan udara
abu-abu warnanya
Kita saksikan air danau
yang semakin surut jadinya
Burung-burung kecil
tak lagi berkicau pagi hari

Hutan        kehilangan ranting
Ranting        kehilangan daun
Daun        kehilangan dahan
Dahan        kehilangan hutan

Kita saksikan zat asam
didesak asam arang
dan karbon dioksid itu
menggilas paru-paru

Kita saksikan
Gunung        memompa abu
Abu        membawa batu
Batu        membawa lindu
Lindu        membawa longsor
Longsor        membawa air
Air        membawa banjir
Banjir        membawa air

air
mata

Kita telah saksikan seribu tanda-tanda
Bisakah kita membaca tanda-tanda?

Allah
Kami telah membaca gempa
Kami telah disapu banjir
Kami telah dihalau api dan hama
Kami telah dihujani abu dan batu

Allah
Ampuni dosa-dosa kami

Beri kami kearifan membaca
Seribu tanda-tanda

Karena ada sesuatu yang rasanya
mulai lepas dari tangan
dan meluncur lewat sela-sela jari

Karena ada sesuatu yang mulanya
tak begitu jelas
tapi kini kami
mulai
merindukannya.

Taufiq Ismail, 1982

No responses yet

Jan 11 2013

10 Solusi Pangan dan Pertanian Terbaik

Published by under Info IPB,Lingkungan

Perubahan iklim memicu masalah pangan dan kemanusiaan. Pada saat yang sama, proses produksi pangan juga menghasilkan emisi gas rumah kaca penyebab pemanasan global.

Memroduksi pangan tanpa merusak lingkungan adalah solusinya. Dunia harus menjamin keamanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim dan cuaca ekstrem.

Tim Redaksi Hijauku.com memilih 10 artikel pangan dan pertanian terbaik di 2012 yang memberikan solusi untuk mengatasi ancaman terhadap keamanan pangan dan perubahan iklim global. Berikut adalah artikel-artikelnya.

1. Pola Makan Sehat, Bumi Pun Sehat

Pola makan yang sehat akan mengurangi emisi gas rumah kaca, menyehatkan bumi dan populasinya. Kesimpulan ini terungkap dalam laporan Global Environment Alert Service (GEAS) yang diterbitkan oleh Program Lingkungan PBB (UNEP).

2. Solusi Krisis Pangan: Jangan Buang Makanan

Dunia bisa terbebas dari krisis pangan jika mampu mengurangi separuh dari jumlah makanan yang terbuang.

3. Manfaat Makanan Organik bagi Anak

Makanan organik tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan anak namun juga bagi lingkungan.

4. Koperasi: Kunci Keamanan Pangan

Koperasi pertanian (agricultural cooperative) berperan penting mengurangi kemiskinan dan krisis pangan.

5. Tiga Tantangan Dunia Pertanian Masa Kini

Setidaknya ada tiga tantangan di industri pertanian masa kini yang semakin memerparah krisis lingkungan dan kemanusiaan.

6. Mari Berkebun, Mari Menciptakan Kota Hijau

Aktivitas berkebun skala kecil di perkotaan (market gardening) adalah kunci terwujudnya kota ramah lingkungan dan berkelanjutan.

7. Strategi Dunia Atasi Kelaparan dan Krisis Pangan

Dunia perlu berkoordinasi guna menemukan solusi atas perubahan iklim dan krisis pangan.

8. Meningkatkan Daya Saing Petani Kecil Indonesia

Petani kecil Indonesia memerlukan bantuan untuk masuk ke pasar modern sekaligus menghadapi pasar bebas.

9. Memerjuangkan Makanan Indonesia

Indonesia memiliki sumber bahan pangan terbanyak ketiga di dunia. Namun, mengapa pangan lokal belum berjaya?

10. Pertanian Organik Simpan Lebih Banyak Karbon

Penelitian terbaru dari Swiss membuktikan manfaat sistem pertanian organik bagi lingkungan dan iklim.

Sumber : Redaksi Hijauku

No responses yet

Jan 09 2013

Kurangi Limbah Plastik, Kota di AS Larang Air Minum Kemasan

Published by under Lingkungan

Peraturan dicetuskan untuk mendorong penggunaan air ledeng dan mengatasi permasalahan dunia terkait polusi limbah plastik

Air boleh ada di mana saja, tetapi tidak boleh ada di dalam botol plastik. Demikian peraturan terbaru yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang dari Concord, salah satu kota di Middlesex county, negara bagian Massachusetts, Amerika Serikat.

Lewat undang-undang yang mulai diterapkan per awal tahun 2013 ini, berarti, menyajikan air minum dalam kemasan botol plastik di kota seluas 67,4 kilometer persegi tersebut menjadi sebuah tindakan yang ilegal.

Peraturan baru yang melarang peredaran air mineral dalam kemasan botol plastik sendiri dicetuskan untuk mendorong penggunaan air ledeng dan mengatasi permasalahan dunia terkait polusi limbah plastik. Meski demikian, peraturan tersebut baru berlaku untuk air minum biasa yang “tidak bersoda dan tidak diberi perasa”. Artinya, Coca-cola atau minuman ringan lainnya, tidak dilarang.

Menurut Jean Hill, seorang aktivis setempat berusia 84 tahun, saat konsumen dibujuk untuk untuk menggunakan air minum yang bisa mereka dapat dengan biaya yang sangat terjangkau, botol-botol air minum tersebut telah memenuhi tempat pembuangan sampah.

“Perusahaan produsen air kemasan telah mengeringkan akuifer kita dan menjualnya kembali pada kita. Saya akan terus berusaha menghentikan ini,” ucap Hill.

Dalam peraturan terbaru ini, pelaku pelanggaran akan mendapatkan teguran. Namun, mereka yang kembali tertangkap menjual air minum dalam kemasan botol plastik akan didenda sebesar US$25 atau sekitar Rp240 ribu. Berikutnya, jika masih melanggar, ia akan dikenakan denda sebesar US$50 atau sekitar Rp482 ribu.
(Abiyu Pradipa. Sumber: Phys.Org)

Sumber : National Geographic Indonesia

No responses yet

Jan 08 2013

Kenapa Tabung Elpiji Meledak?

Published by under Tips

Object : Kenapa Tabung Elpiji Meledak-Sekedar pengetahuan untuk dicermati…(kalu nggak bisa jadi Senjata Pemusnah Massal Berbagai Negara)

 

Waspadalah bila anda mencium bau gas di dapur anda. Tak perlu panik, hampiri tabung gas, lebaskan regulator, bawa tabung ke luar. Periksa apakah tabung mengeluarkan desis dari mana saja. Bila iya, biarkan tabung ditempat terbuka sampai gasnya habis. Jangan biarkan ada yang mendekat. Bila tak terdengar desis, tabung anda baik-baik saja. Mungkin ada yang lupa mematikan kompor, padahal api kompornya padam karena sesuatu sebab. Buka pintu dan jendela dapur. Biarkan sampai bau hilang, jangan menyalakan atau mematikan lampu atau apapun yang ada di dapur sampai bau hilang.

 

Semua berita mengenai “ledakan tabung Elpiji” tidak ada yang mengkonfirmasi ditemukan tabung yang pecah atau sobek karena isinya meledak. Tak cukup alasan bagi tabung Elpiji untuk meledak. Jutaan tabung dilempar-lempar, dipanggang terik matahari, semua siksaan ini dapat ditahan oleh baja dan lasan tabung, sekalipun tabung tidak ber-SNI karena bikinan Cina (tapi berlogo Pertamina).

Jadi, menurut hemat saya tabung tak akan meledak pada suhu normal (tekanan sekitar 7 atmosfir) karena tabung dirancang tahan sampai 28 atmosfir Kemungkinan besar, Elpiji bocor dengan deras dari tabung, melalui celah antara katup tabung dan regulator, lantaran sekatnya tidak melaksanakan tugas seperti seharusnya. Gambar-2 menunjukkan sekat dimaksud, yakni cincin yang terbuat dari karet, berwarna hitam.
.

 

Mekanisme pemasangan regulator untuk tabung 3 dan 12 kg adalah tipe clip-on. Gambar-3 adalah diagram yang memperlihatkan mekanisme penahan regulator dan pembuka katup, regulator pada posisi OFF.

menunjukkan posisi “regulator ON”. Pengait menahan regulator tetap ditempat, plunger menekan katup sehingga membuka, mengalirkan uap Elpiji ke dalam regulator.

Ilustrasi pemasangannya pada tabung

 

Perhatikan bahwa hanya ada satu pengait, sehingga regulator dapat bergoyang-goyang bila tersentuh. Demikian pula, hanya ada satu penyekat antara regulator dengan katup. Cincin penyekat itu.Tabung, katup, regulator, dan selang bukanlah penyumbang utama dalam musibah Elpiji di tanah air. Benda-benda ini dipakai juga di banyak negara tanpa menimbulkan masalah berarti. Regulator tipe clip-on adalah favorit karena kemudahannya dalam memasang dan melepaskannya. Tekanan yang masuk ke regulator adalah tekanan penuh dari Elpiji. Di negri kita berkisar antara 5 sampai 7 atmosfir, tergantung campuran elpijinya dan suhu ruang. Tekanan ini cukup besar, kira-kira sama dengan tekanan kompressor tambal ban di pinggir jalan.Tekanan sebesar ini sepenuhnya harus ditahan oleh cincin sekat hitam yang ditunjukkan pada Gambar-2. Inilah tempat kebocoran utama yang dapat membuat ruangan menjadi eksplosif. Inilah sambungan yang paling rawan, dan bocor atau tidak ditentukan oleh kualitas cincin penyekat (seal) ini. Tentu saja bila mulut katup pada tabung penyok atau cuil berat bagian tengahnya, seal sebaik apapun tak dapat menyekat.Masih ada dua sambungan lagi yang juga diributkan, yakni sambungan antara regulator dengan selang, dan diujung selang lainnya, yaitu sambungan antara selang dengan kompor. Kedua sambungan ini tidak menanggung beban berat, karena tekanan dalam selang, yaitu tekanan keluaran dari regulator, sangat rendah. Tekanannya cuma sekitar 30 milibar (1,03 atmosfir). Tekanan sebesar ini tidak dapat keluar dari lubang yang dibuat dengan tusukan jarum pada selang. Seandainyapun keluar, jumlahnya tak akan cukup untuk membuat ruangan menjadi eksplosif, karena gas lebih cepat menyebar dibandingkan dengan pasokan dari kebocoran disini.Selain itu regulator juga memiliki kapasitas, yang membatasi aliran gas yang keluar. Kapasitas umum regulator clip-on adalah 2 kilogram per jam. Gas bocor sebanyak 2 kg dalam dapur dengan ukuran sedang dapat meledak bila terpicu bunga api dari saklar lampu yang dinyalakan atau dimatikan.Jadi kalau selang putus, dan tak diketahui selama sejam, bahaya mengancam.Kebocoran pada seal yang tidak baik mutunya bisa lebih dari 2 kg per jam.Bagaimana kebocoran pada kompor, misalnya karena lupa tidak mematikan katup kompor padahal kompor tidak menyala? Kepala kompor yang normal kapasitasnya mungkin seperempat kilogram per jam. Dapur bisa berbahaya bila ada satu kepala kompor yang tidak ditutup dalam waktu semalam.

 

Sebagai langkah pengamanan, Elpiji untuk konsumsi masyarakat harus diberi bau dengan kadar minimal 25 mililiter per ton Elpiji. Pembau yang digunakan adalah ethyl-mercaptan, senyawa hidrokarbon dengan belerang, baunya seperti durian atau telur busuk, tergantung siapa yang menciumnya. Ini zat tak berwarna dengan keenceran seperti bensin premium, dan cair dalam suhu dan tekanan ruang. Oleh karena itu ia harus dilarutkan dengan baik dalam Elpiji, agar bila elpiji bocor, dia juga keluar dan memberikan peringatan kepada yang menciumnya. Baunya kini dikenal sebagai “bau gas”.Jadi masalahnya saya kira bukan tabung, regulator, selang atau kompor . Tapi penyekat karet kecil itu dan kadar pembau dalam Elpiji.

 

Masa Kadaluwarsa Tabung LPG

Tahukah anda jika TABUNG nya gas elpiji ada masa kadaluwarsa- nya ?
Jika anda beli gas, harap diperiksa lebih dahulu, kapan TABUNG tersebut berakhir masa pakainya
.Penulisan kadaluwarsa berupa “ALFA CODE”. Contoh: ” A 09 ”
A = Januari – Maret
B = April – Juni
C = Juli – September
D = Oktober – Desember
maka A 09 adalah : Jan- Mart tahun 2009Sebarkan pengetahuan ini , barangkali anda bisa menyelamatkan seseorang. Ini penting karena gas yg sdh kadaluwarsa bisa berbahaya. Jangan main2 pentinggggg. Thanks untuk yang mau mengerti.
   
AMERIKA : NUKLIR


ISRAEL : JERICHO



KOREA UTARA : TAEPODONG


PAKISTAN : AGNI


INDONESIA : ELPIJI 3KG

 

Sumber : Dari berbagai sumber bacaan

 

One response so far

May 07 2012

Bumi sedang Menangis

Published by under Lingkungan

Aku hidup di tahun 2070. Aku berumur 50 tahun, tetapi seperti sudah 85 tahun. Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih. Aku fikir tidak akan hidup lama lagi. Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku.

Aku teringat disaat aku berumur 5 tahun. Semua sangat berbeda. Masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau sekitar, setiap rumah punya halaman yang sangat indah, dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya. Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang dibasahi dengan minyak mineral. Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan. Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunkan air. Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng. Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja. Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan:

“JANGAN MEMBUANG-BUANG AIR..”

Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut. Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak terbatas. Sekarang, sungai, danau, bendungan, dan air bawah tanah semuanya telah tercemar atau sama sekali kering.
Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus. Infeksi saluran pencernaan, kulit, atau penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu.

Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar dengan segelas air minum per harinya. Banyak orang menjarah air di tempat-tempat sepi. 80% makanan adalah makanan sintesis. Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minumnya sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari. Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap
hari.Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah, kulit pecah-pecah akibat dehidrasi, ada banyak koreng, dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atsmosfer bumi semakin habis. Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun. Para
ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar. Manusia tidak bisa membuat air. Sedikitnya, jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi generasi mendatang. Morphology manusia mengalami perubahan, yang menghasilkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi. Pemerintah bahkan mambuat pajak atas udara yang kami hirup: 137 m3 per orang per hari [31,102 galon].

Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari “kawasan ventilasi” yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen. Udara yang tersedia di dalam “kawasan ventilasi” tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas. Umur hidup manusia rata-rata adalah 35 tahun. Beberapa Negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini dijaga ketat oleh pasukan bersenjata. Air menjadi barang sangat langka dan jarang turun hujan. Kalaupun
hujan, adalah hujan asam. Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi. Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli. Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu, aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau. Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain
air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak kita mau. Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu.

Dia bertanya:
“Ayah… mengapa tidak ada air lagi sekarang??”

Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku. Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian. . dan banyak orang lain juga..!! Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah
keadaan, tetapi tidak seorangpun yang melakukan. Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima akibatnya. Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah, karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah
mencapai titik akhir. Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi….Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini..!!

Dalam QS 30:41, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, sehingga Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar”

Nah sahabat,, global warming dan climate change telah mengancam indahnya masa depan kita bersama. Masihkah kita tega membiarkan bumi yang telah memberi kita banyak manfaat untuk terus menangis? Mulailah untuk membenahinya dari diri sendiri. Kalau bukan masing-masing pribadi yang sadar dan berupaya untuk cinta lingkungan, lalu siapa lagi…???
…^o^

Sumber : Mailing List

 

No responses yet

Aug 16 2011

Sistem Resapan

Published by under Info IPB

Sumur Resapan adalah sistem resapan buatan yang berfungsi sebagai penampung air hujan, dapat berupa sumur, parit atau alur taman resapan. Manfaat Sumur Resapan antara lain dapat menampung dan menahan air hujan baik yang melalui atap rumah maupun yang langsung ke tanah sehingga tidak langsung keluar dari pekarangan rumah, tetapi mengisi kembali air tanah dangkal sebagai sumber air bersih. Pembuatan sumur serapan sangat mudah dan murah dalam penerapannya.

No responses yet

Aug 16 2011

Es Kutub Utara Meleleh Lebih Cepat

Published by under Info IPB

Ilmuwan Massachusetts Institute of Technology (MIT) membantah penyataan Perserikatan Bangsa-bangsa mengenai perubahan iklim, yang menyebutkan bahwa es Kutub Utara akan habis meleleh pada 2100. Seperti dilansir International Business Times, menurut prediksi MIT, es di Kutub Utara akan meleleh dengan laju empat kali lebih cepat daripada yang dilaporkan PBB.

Pierre Rampal dari departmen Earth, Atmosphere and Planetary Sciences, MIT, mengingatkan, prediksi ini mungkin berbeda-beda dengan kenyataan di berbagai tempat, karena ada perbedaan data pada model Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dengan fakta sebenarnya, sehingga prediksi itu tidak akurat.

Data tersebut memprediksi dengan menggunakan variabel perubahan temperatur. Jadi laporan PBB melupakan keberadaan variabel dorongan mekanis dalam pengukuran waktu leleh es. Dorongan mekanis yang dimaksud misalnya arus angin yang menerpa es serta gelombang laut yang dapat menghantam dinding es. Seiring perubahan suhu yang terjadi berulang-ulang, es juga akan jadi lebih rapuh, sehingga es jadi lebih cepat meleleh.

Sumber : Yahoo

No responses yet

Next »