Jan 11 2013

10 Solusi Pangan dan Pertanian Terbaik

Published by under Info IPB,Lingkungan

Perubahan iklim memicu masalah pangan dan kemanusiaan. Pada saat yang sama, proses produksi pangan juga menghasilkan emisi gas rumah kaca penyebab pemanasan global.

Memroduksi pangan tanpa merusak lingkungan adalah solusinya. Dunia harus menjamin keamanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim dan cuaca ekstrem.

Tim Redaksi Hijauku.com memilih 10 artikel pangan dan pertanian terbaik di 2012 yang memberikan solusi untuk mengatasi ancaman terhadap keamanan pangan dan perubahan iklim global. Berikut adalah artikel-artikelnya.

1. Pola Makan Sehat, Bumi Pun Sehat

Pola makan yang sehat akan mengurangi emisi gas rumah kaca, menyehatkan bumi dan populasinya. Kesimpulan ini terungkap dalam laporan Global Environment Alert Service (GEAS) yang diterbitkan oleh Program Lingkungan PBB (UNEP).

2. Solusi Krisis Pangan: Jangan Buang Makanan

Dunia bisa terbebas dari krisis pangan jika mampu mengurangi separuh dari jumlah makanan yang terbuang.

3. Manfaat Makanan Organik bagi Anak

Makanan organik tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan anak namun juga bagi lingkungan.

4. Koperasi: Kunci Keamanan Pangan

Koperasi pertanian (agricultural cooperative) berperan penting mengurangi kemiskinan dan krisis pangan.

5. Tiga Tantangan Dunia Pertanian Masa Kini

Setidaknya ada tiga tantangan di industri pertanian masa kini yang semakin memerparah krisis lingkungan dan kemanusiaan.

6. Mari Berkebun, Mari Menciptakan Kota Hijau

Aktivitas berkebun skala kecil di perkotaan (market gardening) adalah kunci terwujudnya kota ramah lingkungan dan berkelanjutan.

7. Strategi Dunia Atasi Kelaparan dan Krisis Pangan

Dunia perlu berkoordinasi guna menemukan solusi atas perubahan iklim dan krisis pangan.

8. Meningkatkan Daya Saing Petani Kecil Indonesia

Petani kecil Indonesia memerlukan bantuan untuk masuk ke pasar modern sekaligus menghadapi pasar bebas.

9. Memerjuangkan Makanan Indonesia

Indonesia memiliki sumber bahan pangan terbanyak ketiga di dunia. Namun, mengapa pangan lokal belum berjaya?

10. Pertanian Organik Simpan Lebih Banyak Karbon

Penelitian terbaru dari Swiss membuktikan manfaat sistem pertanian organik bagi lingkungan dan iklim.

Sumber : Redaksi Hijauku

No responses yet

May 07 2012

Bumi sedang Menangis

Published by under Lingkungan

Aku hidup di tahun 2070. Aku berumur 50 tahun, tetapi seperti sudah 85 tahun. Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih. Aku fikir tidak akan hidup lama lagi. Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku.

Aku teringat disaat aku berumur 5 tahun. Semua sangat berbeda. Masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau sekitar, setiap rumah punya halaman yang sangat indah, dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya. Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang dibasahi dengan minyak mineral. Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan. Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunkan air. Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng. Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja. Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan:

“JANGAN MEMBUANG-BUANG AIR..”

Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut. Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak terbatas. Sekarang, sungai, danau, bendungan, dan air bawah tanah semuanya telah tercemar atau sama sekali kering.
Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus. Infeksi saluran pencernaan, kulit, atau penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu.

Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar dengan segelas air minum per harinya. Banyak orang menjarah air di tempat-tempat sepi. 80% makanan adalah makanan sintesis. Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minumnya sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari. Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap
hari.Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah, kulit pecah-pecah akibat dehidrasi, ada banyak koreng, dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atsmosfer bumi semakin habis. Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun. Para
ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar. Manusia tidak bisa membuat air. Sedikitnya, jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi generasi mendatang. Morphology manusia mengalami perubahan, yang menghasilkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi. Pemerintah bahkan mambuat pajak atas udara yang kami hirup: 137 m3 per orang per hari [31,102 galon].

Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari “kawasan ventilasi” yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen. Udara yang tersedia di dalam “kawasan ventilasi” tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas. Umur hidup manusia rata-rata adalah 35 tahun. Beberapa Negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini dijaga ketat oleh pasukan bersenjata. Air menjadi barang sangat langka dan jarang turun hujan. Kalaupun
hujan, adalah hujan asam. Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi. Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli. Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu, aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau. Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain
air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak kita mau. Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu.

Dia bertanya:
“Ayah… mengapa tidak ada air lagi sekarang??”

Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku. Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian. . dan banyak orang lain juga..!! Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah
keadaan, tetapi tidak seorangpun yang melakukan. Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima akibatnya. Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah, karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah
mencapai titik akhir. Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi….Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini..!!

Dalam QS 30:41, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, sehingga Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar”

Nah sahabat,, global warming dan climate change telah mengancam indahnya masa depan kita bersama. Masihkah kita tega membiarkan bumi yang telah memberi kita banyak manfaat untuk terus menangis? Mulailah untuk membenahinya dari diri sendiri. Kalau bukan masing-masing pribadi yang sadar dan berupaya untuk cinta lingkungan, lalu siapa lagi…???
…^o^

Sumber : Mailing List

 

No responses yet

Aug 16 2011

Sistem Resapan

Published by under Info IPB

Sumur Resapan adalah sistem resapan buatan yang berfungsi sebagai penampung air hujan, dapat berupa sumur, parit atau alur taman resapan. Manfaat Sumur Resapan antara lain dapat menampung dan menahan air hujan baik yang melalui atap rumah maupun yang langsung ke tanah sehingga tidak langsung keluar dari pekarangan rumah, tetapi mengisi kembali air tanah dangkal sebagai sumber air bersih. Pembuatan sumur serapan sangat mudah dan murah dalam penerapannya.

No responses yet

Aug 16 2011

Es Kutub Utara Meleleh Lebih Cepat

Published by under Info IPB

Ilmuwan Massachusetts Institute of Technology (MIT) membantah penyataan Perserikatan Bangsa-bangsa mengenai perubahan iklim, yang menyebutkan bahwa es Kutub Utara akan habis meleleh pada 2100. Seperti dilansir International Business Times, menurut prediksi MIT, es di Kutub Utara akan meleleh dengan laju empat kali lebih cepat daripada yang dilaporkan PBB.

Pierre Rampal dari departmen Earth, Atmosphere and Planetary Sciences, MIT, mengingatkan, prediksi ini mungkin berbeda-beda dengan kenyataan di berbagai tempat, karena ada perbedaan data pada model Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dengan fakta sebenarnya, sehingga prediksi itu tidak akurat.

Data tersebut memprediksi dengan menggunakan variabel perubahan temperatur. Jadi laporan PBB melupakan keberadaan variabel dorongan mekanis dalam pengukuran waktu leleh es. Dorongan mekanis yang dimaksud misalnya arus angin yang menerpa es serta gelombang laut yang dapat menghantam dinding es. Seiring perubahan suhu yang terjadi berulang-ulang, es juga akan jadi lebih rapuh, sehingga es jadi lebih cepat meleleh.

Sumber : Yahoo

No responses yet

Apr 29 2011

Gawat! Lapisan Ozon Kutub Utara Rusak Parah

Published by under Info IPB

Pada akhir Maret, 40% lapisan ozon stratosfir rusak. Tingkat kerusakan ini meningkat dari sebelumnya yang hanya berkisar 30%. Seperti diketahui, lapisan ozon melindungi manusia dari kanker kulit.

Namun kini, lapisan itu rusak karena polusi industri kimia. Seperti dikutip BBC News, kerusakan yang terjadi merupakan reaksi dari kondisi dingin stratosfer akibat polusi industri kimia.

Melalui perjanjian Montreal Protocol dari PBB, beberapa zat kimia dilarang digunakan karena keberadaanya bisa bertahan lama di atmosfer hingga puluhan tahun. Perjanjian Montreal Protocol 1987 melarang penggunaaan zat Chlorofluorocarbon (CFC) yang banyak digunakan pada lemari es.

WMO memaparkan data ini di ajang tahunan European Geosciences Union (EGU) di Vienna, Austria. Meski mendinginnya stratosfer merupakan peristiwa tahunan di kutub selatan, gambaran kutub utara masih belum bisa diprediksi.

“Tingkat kerusakan lapisan ozon di musim dingin tergantung pada kondisi meteorologi,” ungkap Sekjen World Meteorogical Organization (WMO) Michel Jarraud.

Kerusakan lapisan ozon pada 2011 menunjukkan, manusia harus waspada dan menyadari situasi kutub utara untuk beberapa waktu ke depan, lanjutnya.

Rusaknya lapisan ozon membuat sinar ultraviolet-B berbahaya bisa masuk melewati atmosfer. Sinar inilah yang menyebabkan kanker kulit, katarak, dan kerusakan sistem kekebalan tubuh. WMO memperingatkan warga dunia mewaspadainya. [mor]

Sumber : Yahoo

No responses yet