Pengukuran Waktu Kerja Metode Jam Henti

stop-watchPengukuran waktu kerja dengan jam henti (stopwatch time study) diperkenalkan pertama kali oleh Frederick W. Taylor sekitar abad 19 yang lampau. Metode ini terutama sekali baik diaplikasikan untuk pekerjaan-pekerjaan yang berlangsung singkat dan berulang-ulang (repetitive). Dari hasil pengukuran maka akan diperoleh waktu baku untuk menyelesaikan suatu siklus pekerjaan, yang mana waktu ini akan dipergunakan sebagai standar penyelesaian pekerjaan bagi semua pekerja yang akan melaksanakan pekerjaan yang sama.

Secara garis besar langkah-langkah untuk pelaksanaan pengukuran waktu kerja dengan jam henti ini adalah sebagai berikut:

  • Lakukan penetapan tujuan pengukuran (Untuk apa, berapa tingkat ketelitian dan tingkat keyakinan)
  • Definiskan pekerjaan yang akan diteliti untuk diukur waktunya (Pelajari kondisi kerja, cara kerja, dan bakukan secara tertulis sistem kerja yang telah dianggap BAIK)
  • Pilih operator (beritahukan maksud dan tujuan pengukuran ini kepada pekerja yang akan dipilih untuk diamati dan supervisor yang ada, operator yang dipilih memiliki kemampuan NORMAL dan dapat BEKERJA SAMA dan WAJAR)
  • Melatih operator

pengukuran waktu jam henti_1

  • Menguraikan pekerjaan atas elemen-elemen kerja
  • Menyiapkan alat-alat pengukuran : jam henti, lembar pengamatan, pensil/pulpen dan papan pengamatan

Berdasarkan langkah-langkah dilihat bahwa pengukuran kerja dengan jam henti ini merupakan cara pengukuran yang obyektif karena waktu ditetapkan berdasarkan fakta yang terjadi dan tidak cuma sekedar diestimasi secara subyektif.

Ada 3 metoda yang umum digunakan untuk mengukur elemen-elemen kerja dengan stop watch, yaitu:

  • Pengukuran waktu secara terus-menerus (continuous timing); Pengamat kerja menekan tombol stop watch pada saat elemen kerja pertama dimulai dan membiarkan angka penunjuk stop watch berjalan secara terus-menerus sampai siklus kerja selesai berlangsung
  • Pengukuran waktu secara berulang-ulang (repetitive timing); Disebut juga sebagai snap back method, disini angka penunjuk stop watch akan selalu dikembalikan lagi keposisi nol pada setiap akhir dari elemen kerja yang diukur
  • Pengukuran waktu secara penjumlahan (accumulative timing); Pada metode ini akan digunakan 2 atau lebih stop watch yang akan bekerja secara bergantian

Melakukan pengukuran waktu

pengukuran waktu jam hentiRekomendasi jumlah pengamatan

pengukuran waktu jam henti_2Contoh Perhitungan

Pustaka:

Wignosoebroto S. 2008. Ergonomi Studi Gerak dan Waktu : Teknik Analisis untuk Peningkatan Produktivitas Kerja. Guna Widya. Surabaya.

Sutalaksana, I, Ruhana A, dan Jann T.  1979.  Teknik Tata Cara Kerja.  Departemen Teknik Industri. ITB.


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *