Konsinyasi Program Pendidikan Profesi Insinyur IPB

Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun 2016 menyebabkan hilangnya hambatan lalu lintas barang dan jasa di antara negara-negara ASEAN. Pemberlakuan MEA tersebut bukan hanya berarti perdagangan bebas untuk barang dan jasa namun juga peluang bagi profesional Indonesia untuk bekerja di negara-negara ASEAN dan sebaliknya. Sumber daya manusia profesional Indonesia harus memiliki kemampuan dan kompetensi untuk dapat bersaing dengan tenaga asing di pasar global.

Dalam Mutual Recognition Agreement (MRA) negara-negara ASEAN, terdapat 8 profesi yang dapat bersaing lintas negara, yaitu insinyur, arsitek, tenaga pariwisata, akuntan, dokter gigi, tenaga survey, praktisi medis dan perawat. MRA masing-masing profesi telah menetapkan standar dan kompetensi yang diperlukan di kancah ASEAN. Dengan adanya MRA ini maka negara Indonesia dapat menerima tenaga kerja dari ASEAN untuk profesi tersebut dan sebaliknya.

Pemerintah mempersiapkan pelaksanaan MRA tersebut dengan pembentukan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), pembinaan individu/kelembagaan melalui pelatihan dan sertifikasi bagi angkatan kerja muda, instruktur, asesor serta pembentukan lembaga sertifikat profesi. Undang-Undang nomor 11 tahun 2014 tentang Keinsinyuran merupakan dasar kesiapan insinyur Indonesia dalam menghadapi tantangan MEA. Undang-Undang ini dapat memberikan payung hukum untuk tata kelola keinsinyuran, penjaminan kompetensi dan mutu kerja, peningkatan daya saing serta keandalan profesi insinyur.

Untuk tahun 2016, sebanyak 40 perguruan tinggi, termasuk Institut Pertanian Bogor, diberi mandat oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk menyelenggarakan Program Studi Program Profesi Insinyur (PS-PPI) yang diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia dengan kompetensi insinyur yang dapat menjawab kebutuhan dan tantangan pembangunan pada bidang teknologi, industri dan infrastruktur di Indonesia maupun negara ASEAN.

Untuk mengikuti program pendidikan profesi insinyur, maka calon peserta harus terlebih dahulu menyelesaikan program pendidikan sarjana teknik, sarjana terapan bidang teknik atau sarjana sains yang disetarakan. Setelah mengikuti program ini lulusan baru berhak menggunakan gelar profesi Insinyur (Ir). Kurikulum pendidikan profesi insinyur disusun oleh Perguruan Tinggi dan bekerjasama dengan Kementerian terkait, organisasi profesi yaitu Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan kalangan industri.

WhatsApp Image 2018-04-04 at 5.56.00 PM

Program Studi Program Pendidikan Profesi Insinyur (PS PPPI) IPB diselenggarakan atas dasar Mandat dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) RI. Mandat penyelenggaraan rintisan PS PPI diberikan kepada 40 perguruan tinggi yang memenuhi 10 persyaratan, yaitu memiliki kelembagaan yang mengelola Program Studi Program Profesi Insinyur, memiliki akreditasi institusi terbaik dari sistem peringkatan akreditasi yang berlaku, memiliki sekurang-kurangnya 5 (lima) program studi teknik, memiliki program studi teknik terakreditasi terbaik sekurang-kurangnya 50%, memiliki sekurang-kurangnya 6 (enam) dosen yng memenuhi peraturan perundangan yang berlaku, memiliki sejumlah dosen yang telah sesuai tingkat KKNI dalam profesi keinsinyuran sesuai peraturan perundangan yang berlaku, memiliki perjanjian kerjasama dengan PII atau himpunan keahlian keinsinyuran yang telah terakreditasi oleh PII, memiliki penjanjian kerjasama dengan kalangan industri, memiliki perjanjian kerjasama dengan kementerian terkait, telah menyusun kurikulum program profesi insinyur bersama dengan PII dan/atau himpunan keahlian keinsinyuran yang telah terakreditasi.

WhatsApp Image 2018-04-05 at 4.42.09 PM

Pada Rabu-Kamis, tanggal 4-5 April 2018 di Ruang Meeting Stone, Butik Hotel Sahira dilaksanakan Konsinyasi Penyusunan dokumen untuk penyiapan penyelenggaraan PPPI IPB. Kegiatan ini membahas tentang PPPI-IPB, Kurikulum, Muatan Keinsinyuran, Sistem Penerimaan Mahasiswa serta Organisasi dan Tata Kelola. Pada kesempatan ini juga menghadirkan narasumber dari pimpinan fakultas yang ada di IPB.


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *