Teknik Memupuk Anggrek

Dapat informasi cara memupuk anggrek di group FB Pecinta Anggrek
Anggrek berbeda perlakuannya dengan tanaman hias lain, karena anggrek mempunyai karakteristik yang berbeda, salah satu contohnya anggrek tidak akan segera memperlihatkan gejala kekurangan nutrisi, berbeda dengan tanaman hias pada umumnya yang akan diperlihatkan dengan perubahan fisik pada daun dan batang.
Pupuk yang banyak digunakan adalah pupuk anorganik, dalam hal ini biasanya menggunakan pupuk merk Gandasil, mamigrow dan grown more yang digunakan berbeda beda dalam penyemprotan, tidak dicampur dalam satu kali penyemprotan. Penggunaan pupuk dalam kemasan, biasanya dibedakan dengan warna kemasan dari pabriknya, ada yang hijau, orange atau merah, penggunaan perbedaan warna dimaksudkan untuk mempermudah pengguna dalam pengaplikasiannya. Untuk dosis toleran bisa dilihat dalam kemasan.
Pupuk dengan kemasan hijau diperuntukkan untuk anggrek pada masa pertumbuhan / vegetatif, yaitu anggrek sampai usia remaja dewasa, atau bisa juga di aplikasi kan untuk anggrek dewasa pasca berbunga. Kenapa anggrek pasca bunga tidak diberikan pupuk untuk bunga? Anggrek membutuhkan recovery stamina dan nutrisi untuk kembali berbunga.
Pupuk dengan kemasan warna merah atau orange diperuntukkan untuk anggrek pada masa generatif atau untuk anggrek dewasa siap bunga. Pemupukan dilakukan pada saat stomata daun anggrek terbuka, dari beberapa literatur menyebutkan bahwa stomata tanaman terbuka pada saat ada sinar matahari pagi antara pukul 7-10 pagi dan pada saat matahari akan terbenam yaitu pukul 17.00-18.00. Perhitungan waktu ini penting, agar dampak pemupukan tidak sia – sia, karena unsur makro dan mikro yang ada pada tanaman, akan masuk terserap oleh stomata anggrek yang terbuka, sehingga unsur hara yang terkandung akan terserap sempurna, diluar jam itu, dikhawatirkan pupuk tidak terserap, yang membuat pupuk teroksidasi dalam anggrek, sehingga anggrek rentan terkena penyakit.
Pasca penyemprotan 3 jam ke depan harus di prediksi tidak terjadi turun hujan, mubazir kalo setelah mupuk terus luntur kena hujan. Penyemprotan anggrek disarankan dengan menggunakan spray. Dengan stelan mulut sprayer berada pada posisi paling halus, atau sering disebut dengan semprot kabut. Penyemprotan dilakukan ke seluruh bagian tanaman, dengan konsentrasi utama dibawah daun, ini dimaksudkan karena stomata berada pada bawah daun anggrek.
Untuk takaran / dosis pupuk yang digunakan, digunakan alat ukur sendok makan yang cekung bukan yang nyaris rata (bukan sendok teh), ini dikarenakan tidak setiap rumah mempunyai alat ukur dan alat timbang yang presisi. Diasumsikan satu sendok makan rata berada pada 5- 6 gram. Biasanya digunakan 3 sendok makan rata NPK ditambah satu sendok makan sabun cair, dan vitamin B1 merk IPI sebanyak 3 butir masih toleran untuk 9 liter sampai 12 butir (bisa dibeli diapotik), untuk 9 liter air. Penggunaan sabun cair dimaksudkan untuk menambah daya rekat pupuk menempel pada anggrek. Untuk satu liter air kurang lebih 2 gram pupuk. Diaduk rata sampai yakin tidak ada butiran pupuk yang mengendap, pengadukan yang tidak merata, selain fungsi pupuk tidak efektif, bisa juga menyebabkan endapan tersebut menempel pada batang, akar, daun, dan akan menyebabkan anggrek menguning.
Pemupukan NPK kemasan tadi sekaligus dengan pestisida alias fungisida/insektisida (jangan ditiru, hanya untuk orang sibuk :D), dengan dosis yang sama. Durasi pemupukan bisa dilakukan satu minggu satu kali. Saat musim hujan pemberian fungisida dan pestisida (dalam hal ini digunakan merk dithane dan antracol secara bergantian), Vitamin B1 tanpa NPK ditingkatkan menjadi 2 kali dalam seminggu, Musim penghujan biasanya kondisi anggrek lebih rentan terkena fungi dan biasanya serangga makin rajin silaturahmi sama anggrek (siput, belalang, laba2 merah, kumbang, dan kawan2). Ketika hujan pemupukan NPK tidak digunakan karena bisa membentuk peningkatan unsur makro dan mikro melalui proses kelembaban dalam media tanam.
Penggunaan pupuk slow release contohnya merk decastar diberikan dengan meletakkan di atas media tumbuh, bisa diletakkan langsung atau dibungkus dengan kain kuat yang menyerap air, atau menggunakan wadah pupuk slow release. Pemberian pupuk ini cocok diberikan saat musim penghujan, dan mempunyai umur pemakaian yang cukup panjang sekitar 3 bulanan. Yang terpenting dalam pemupukan adalah, tersedianya unsur makro ( N, P, K, F, S,Mag), dan unsur Mikro Vitamin B12, B6, Natrium dll. Selain tersedianya unsur hara, penting untuk jadi catatan, pada tanaman muda komposisi kebutuhan unsur N lebih besar dibandingkan P dan K. Untuk Anggrek remaja ke dewasadiperlukan pupuk dengan komposisi NPK seimbang. Untuk Anggrek dewasa agar merangsang pembungaan, diperlukan pemberian NPK dengan komposisi unsur P dan K lebih besar di bandingkan N.
Berikut unsur Makro dan Mikro yang dikutip dari berbagai sumber :
  • Nitrogen (N) merupakan unsur utama pendorong pertumbuhan tanaman, termasuk pembentukan sel-sel baru. Kelebihan unsur N menyebabkan pembentukan protoplasma meningkat, ukuran sel bertambah besar, tetapi dinding sel menjadi tipis. Anggrek Dewasa yang kelebihan unsur N tanda-tanda daun berwarna hijau tua, pertumbuhan vegetatif seperti daun, batang, dan akar terlihat subur, tetapi pembungaan terhambat. Sedangkan kekurangan unsur N menyebabkan ukuran sel menjadi kecil dan dinding sel bertambah tebal. Akibatnya, pertumbuhan tanaman menjadi terhambat atau kerdil dan terjadi klorosis pada daun.
  • Forsor (P) merupakan unsur makro yang dibutuhkan dalam jumlah besar untuk merangsang pembungaan. Kekurangan unsur P menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat, daun menjadi berwarna hijau tua keunguan dan kadang-kadang terjadi pembentukan antosianin yang berlebihan, serta tanaman tidak mampu berbunga.
  • Kalium (K) berperan sebagai aktivator terutama dalam penguraian menjadi asam-asam amino, dan dalam penyusunan serta pembongkaran karbohidrat. Unsur K sangat mempengaruhi ketegaran dan ketahanan terhadap penyakit, merangsang pertumbuhan akar, serta translokasi hasil-hasil proses fotosintesis. Kekurang unsur K menyebabkan terhambatnya proses fotosintesis dan meningkatnya proses respirasi. Gejala kekurangan unsur K antara lain ujung-ujung daun dan tepi-tepi daun mengering, warna bunga menjadi pucat dan jumlah tangkai bunga menurun.
  • Kalsium (Ca) berperan sebagai penyusun dinding sel sehingga menguatkan menguatkan dinding sel. Kekurangan Ca menyebabkan lemahnya dinding sel sehingga tanaman cenderung menjadi lemah.
  • Magnesium (Mg) merupakan inti dari klorofil yang sangat berperan dalam proses fotosintesis. Kekurangan Mg menunjukkan gejala klorosis pada daun tua, pertumbuhan akar dan batang menjadi terhambat.
  • Besi (Fe) merupakan salah satu unsur mikro yang sangat penting karena bila tanaman kekurangan unsur Fe dapat menyebabkan terjadinya klorosis terutama pada daun-daun muda. Proses fotosintesis menjadi berkurang dan pertumbuhan menjadi terhambat.
Pemupukan satu minggu sekali 2 butir vitamin B12 IPI dan 2 butir Vitamin B Kompleks IPI untuk 9 liter air bisa ditambakan agar hasilnya anggrek lebih sehat dan berbunga untuk anggrek dewasa.
Semoga tulisan ini membantu…
Penulis : Edward Cullen

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *