Maret Bulannya Pajak

Bulan Maret Bulannya Lapor Pajak

Setiap awal tahun, kurang lebih Bulan Februari atau Maret biasanya anda akan mendapatkan Bukti Potong Pajak dari Bagian Keuangan. Bukti potong yang anda peroleh kemungkinan adalah bukti potong pajak A2/A1, bukti potong pajak final, dan bukti potong pajak tidak final. Bukti potong tersebut merupakan laporan penghasilan anda dari pemberi kerja. Penghasilan tersebut diperoleh dari satu atau lebih pemberi kerja, dari dalam negeri (seperti bunga, royalti, sewa, atau keuntungan dari penjualan maupun pengalihan harta lain), serta punya penghasilan yang dikenakan PPh Final atau bersifat final, seperti bunga deposito, surat berharga, dan lainnya.

Apa itu SPT

Surat  Pemberitahuan yang selanjutnya disebut SPT adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk melaporkan penghitungan dan/atau pembayaran pajak, objek pajak dan/atau bukan objek pajak, dan/atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan yang selanjutnya disebut SPT Tahunan PPh adalah SPT PPh untuk suatu Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak, yang meliputi SPT Tahunan Orang Pribadi dan SPT Tahunan Badan.

Bagaimana cara melaporkan SPT

Punya penghasilan kurang atau lebih dari Rp60 juta setahun, jangan bingung lapor pajaknya. Anda bisa menggunakan aplikasi e-Filing dengan formulir 1770 SS (kurang atau sama dengan dari 60 juta) dan formulir S (lebih dari 60 juta). Cara penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) elektronik secara online lewat website DJP Online. Batas waktu pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) adalah Paling lama 3 Bulan setelah akhir Tahun Pajak (31 Maret).

Dokumen pendukung yang perlu disiapkan

Sebelum mengisi SPT Pajak online atau e-Filing, lebih dulu Anda perlu menyiapkan beberapa dokumen pendukung, antara lain:

1. Bukti potong 1721 A1 untuk pegawai swasta, atau 1721 A2 untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS)

2. Bukti potong 1721 VII untuk pemotongan PPh Pasal 21 yang bersifat final

3. Bukti potong PPh Pasal 23 untuk penghasilan dari sewa selain tanah dan bangunan

4. Bukti potong PPh Pasal 4 ayat 2 untuk sewa tanah dan bangunan

5. Daftar penghasilan

6. Daftar harta (buku tabungan, sertifikat tanah atau bangunan) dan utang (rekening utang)

7. Daftar tanggungan keluarga

8. Bukti pembayaran zakat atau sumbangan lain

9. dan dokumen terkait lainnya.

Lihat Juga : E-Faktur dan E-Billing

Panduan E-Filling

Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Tutorial Pengisian SPT 1770 SS Melalui E-Filing

(Karyawan yang memiliki penghasilan sampai dengan Rp 60 juta/tahun)

Tutorial Pengisian SPT 1770 S Melalui e-Filing

(Karyawan yang memiliki Penghasilan lebih dari Rp 60 juta/tahun dari 1 (satu) pemberi kerja)


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *