Pelatihan Penanganan Limbah B3

180830

Fakultas Teknologi Pertanian mengadakan pelatihan limbah B3 dalam rangka program/kegiatan bersama pengembangan SDM IPB TA 2018. Pelatihan ini diselenggarakan pada hari Kamis, tanggal 30 Agustus 2018 mulai pukul 08.00 sampai 16.00 WIB bertempat di Ruang Sidang FATETA IPB, Laboratorium TIN dan Fasilitas penampungan Limbah. Pengelolaan Limbah B3 diatur oleh Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2014. Menurut PP tersebut, definisi dari Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) adalah zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain. Intinya adalah setiap materi yang karena konsentrasi dan atau sifat dan atau jumlahnya mengandung B3 dan membahayakan manusia, mahluk hidup dan lingkungan, apapun jenis sisa bahannya.

Pelatihan diikuti oleh para laboran dan teknisi di lingkungan Fateta IPB yang mengurusi limbah laboratorium di unitnya masing-masing dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang. Acara dimulai dengan pembukaan oleh Wakil Dekan Sumberdaya Kerjasama dan Pengembangan FATETA IPB, Prof Dr. Ir. Slamet Budijanto, MAgr.

“Pelatihan ini bertujuan agar setiap unit di lingkungan IPB dapat melakukan pengelolaan limbah B3-nya dengan baik” ujar Prof Slamet.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Prof. Dr. Ir. Nastiti Siswi Indrasti terkait “Sumber dan karakteristik limbah B3 di lingkungan kampus serta peraturan pengelolaan limbah B3”. Pemaparan materi diawali tentang dengan karakteristik dan identifikasi limbah B3. Pengidentifikasian limbah B3 digolongkan ke dalam 2 (dua) kategori, yaitu: berdasarkan sumber dan berdasarkan karakteristik.

“Golongan limbah B3 yang berdasarkan sumber dibagi menjadi tiga yaitu : Limbah B3 dari sumber spesifik; Limbah B3 dari sumber tidak spesifik; dan Limbah B3 dari bahan kimia kadaluarsa, tumpahan, bekas kemasan dan buangan produk yang tidak memenuhi spesifikasi” jelas Prof Nastiti.

Sedangkan golongan limbah B3 yang berdasarkan karakteristik ditentukan dengan mudah meledak; pengoksidasi; sangat mudah sekali menyala; sangat mudah menyala; mudah menyala; amat sangat beracun; sangat beracun; beracun; berbahaya; korosif; bersifat iritasi; berbahaya bagi lingkungan; karsinogenik; teratogenik; mutagenik.

Pemaparan materi selanjutnya dibawakan oleh Prof. Dr-Ing. Ir. Suprihatin dengan topik “Prinsip manajemen limbah B2 dan Teknik pengelolaan limbah B3 di Kampus”. Pengolahan limbah B3 harus memenuhi persyaratan lokasi pengolahan, fasilitas pengolahan, penanganan limbah B3 sebelum diolah, pengolahan limbah B3 dan hasil pengolahan limbah B3.

180830_1
Kunjungan ke Fasilitas yang dimiliki Biro Umum, Sarana dan Prasarana

Acara dilanjutkan dengan kunjungan ke Fasilitas TIN yang dipandu oleh Angga Yuhistira Aryanto, Kunjungan ini melihat proses presipitasi untuk menurunkan kandungan limbah B3 dalam air limbah laboratorium dalam bentuk kandungan logam berat (Hg, Ag, Cr). Instrumen yang digunakan adalah Jar Test dan AAS (Atomic absorption spectroscopy). Kunjungan terakhir ke fasilitas pengumpulan limbah B3 yang dipandu oleh Bapak Bambang dari Biro Umum, Sarana dan Prasarana. Acara diakhiri dengan post test bagi peserta dan ditutup oleh Prof. Slamet.

Sumber : TIN


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *