Diseminasi Penerapan Standar SNI 8520:2018

Berdasarkan informasi krjogja, minat untuk melakukan pengelolaan Limbah B3 secara legal terus meningkat. Sebagai gambaran, sampai dengan bulan Juli 2018, telah diterbitkan 78 izin pengelolaan Limbah B3, terdiri dari 44 izin pemanfaatan Limbah B3, tujuh izin pengumpulan Limbah B3, 15 izin pengolahan Limbah B3 dan enam izin dumping.  Berkenaan dengan itu, Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan kegiatan diseminasi penerapan standar dengan tema “Penerapan SNI 8520:2018 dalam rangka mendukung pengelolaan limbah B3″ pada Selasa (18/08/2018) bertempat di Fave Hotel PGC – Cililitan. Acara ini dihadiri oleh berbagai instansi pemerintah pusat, komisi teknis 13-03 kualitas lingkungan, tim ahli limbah B3, perwakilan laboratorium lingkungan teregistrasi, perguruan tinggi dan sekolah menengah atas serta dari tim sekretariat pstanlinghut.
Acara ini dimulai dengan sambutan dan pembukaan oleh Kepala Pusat Standardisasi LHK, KLHK, Noer Adi Wardojo. Pada sambutannya, Kapus menyampaikan bahwa kegiatan diseminasi hari ini terkait dengan standar pengambilan sampel lingkungan limbah padat B3.
Kapus Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan sedang memberikan sambutan
“Standar ini sudah melalui komite teknis dan sudah divalidasi sehingga diharapkan menjadi acuan standar bagi laboratorium untuk melakukan pengambilan sampel” ujar Bapak Noer Adi Wardojo.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan oleh narasumber dari Direktorat Verifikasi Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah non B3, KLHK yaitu Ibu Yayah dan Ibu Upik Sitti Aslia. Pada kesempatan ini, ibu Yayah memaparkan terkait pengelolaan limbah B3 yang terdiri dari pengurangan, penyimpanan, pengumpulan, pengankutan, pemanfaatan, pengolahan dan penimbunan. Sabagai conoth salah satu pemanfaatan limbah B3 adalah pemanfaatan fly ash menjadi bahan substitusi semen, alternatif subbase dan alternatif batako/paving blok, selain itu spent bleaching earth (SBE) minyak sawit bisa digunakan sebagai bata merah. Pemanfaatan limbah B3 ini harus sudah memiliki sifat dan karakteristik yang aman setelah dilakukan pengujian.
20180918_102439
Pemaparan materi dari narasumber
Pemaparan materi dari ibu Upik terkait dengan perijinan pengelolaan B3 yang mulai tahun ini sudah menggunakan Online Single Submission (OSS). Selain itu juga dibahas terkait uji karakteristik limbah sesuai PP nomor 101 tahun 2014 dan PermenLH no 55 tahun 2015 yang terdiri dari:
  1. Uji Karakteristik limbah B3 (eksplosif, flammable, reaktif, infeksius dan korosif)
  2. Uji TCLP (Toxicity characteristic leaching procedure)
  3. Uji LD50 (Lethal dose)
  4. Uji Toksisitas sub kronis

Acara dilanjutkan pada sesi kedua dengan menghadirkan narasumber Ibu Yunesfi Syofyan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Kualitas dan Laboratorium Lingkungan, KLHK. Ibu Yunesfi memaparkan materi terkait “SNI 8520:2018 Cara Pengambilan contoh uji limbah B3 padat”. Ruang lingkup SNI ini digunakan untuk pengambilan contoh uji limbah B3 padat yang bertujuan untuk uji karakteristik limbah B3 baik berupa lumpur, slurry, abu, granula, serbuk, terak, dan sedimen yang dihasilkan oleh suatu usaha dan/atau kegiatan.


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *