Halalkah makan daging kanguru

Kangguru
Mungkin ada beberapa rekan kita yang mengkonsumsi daging Kanguru, kiriman dari relasinya di Australia. Di Australia itu sendiri banyak orang yang mengkonsumsi daging Kanguru sebagai makanan favorit, karena dari laporan yang ada, daging Kanguru rendah lemak dan memiliki kandungan protein sangat tinggi, serta harganya relatif lebih murah dari pada daging sapi maupun domba. 
Seperti dilansir halal mui, tidak ada nash Al-Qur’an maupun As-Sunnah atau Al-Hadits yang menjelaskan secara khusus tentang hukum mengkonsumsi daging hewan Kanguru ini; halal atau haram. Karena di zaman Nabi saw, hewan ini tidak dikenal. Hewan ini tidak ada di negeri Arab. Ia adalah binatang khas Australia, dan sebagian jenis binatang ini dapat juga ditemukan di tanah Papua.
Berkenaan dengan hal ini, maka kita dapat menggunakan kaidah yang bersifat umum. Yaitu kalau hewan Kanguru ini termasuk kategori hewan herbivora (pemakan tumbuhan), bukan carnivora (pemakan daging), tidak termasuk binatang buas, tidak bertaring, tidak mencengkeram, tidak memangsa, juga tidak pemakan bangkai, tidak menjijikkan, dan tidak ada faktor-faktor atau unsur-unsur yang menyebabkannya menjadi haram, maka hukumnya halal untuk dikonsumsi.
Perhatikanlah makna ayat Al-Quran yang secara umum menjelaskan tentang hal ini, “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu semuanya…” (Q.S. Al-Baqoroh, 2:29). Dan banyak ayat lain yang maknanya serupa dengan ini.
Adapun nash-nash yang menjelaskan tentang keharaman hewan di dalam Al-Quran, sudah sangat jelas, antara lain: “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tecekik, yang dipukul, yang jatuh ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali kamu sempat menyembelihnya.” (Q.S. Al-Maidah [5]: 3).
Sedangkan dari Hadits Nabi saw, diantaranya adalah: Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi saw bersabda, “Setiap binatang buas yang bertaring, maka memakannya adalah haram.” (HR. Muslim).
Dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata, “Rasulullah saw melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring, dan setiap jenis burung yang mempunyai kuku untuk mencengkeram.” (HR. Muslim).
“Rasulullah saw melarang dari mengkonsumsi hewan jalalah dan susu yang dihasilkan darinya.” (HR. Abu Daud, dan At-Tirmidzi). Hewan jalalah adalah hewan yang menjijikkan, karena memakan kotoran.
Untuk ketentuan yang lebih Rojih, status hukum mengkonsumsi daging Kanguru ini, akan dibahas secara komprehensif oleh Komisi Fatwa MUI. Untuk itu terlebih dahulu diperlukan informasi maupun verifikasi yang lebih akurat dari para ahli atau pakar tentang hewan ini, terutama mengenai hewan-hewan yang disebut termasuk kategori dari jenis Kanguru ini.
Wallahu a’lam bimurodih, wal-hamdulillahi robbil ‘alamin.
Sumber : artikel, foto

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *