Dendrobium bantimurung

Bantimurung 2

Anggrek Dendrobium populer di semua kalangan penggemar anggrek mulai dari pemula hingga kolektor anggrek. Secara kasat mata anggrek Dendrobium dengan mudah dikenali dari bentuk batangnya yang gendut. Dalam istilah taknosomi tanaman anggrek jenis batang yang menggelembung tersebut dinamakan psedobulb. Untuk jenis Dendrobium asli Indonesia memang kebanyakan ditemukan bersifat epifit atau hidup menempel pada pohon karena Indonesia memiliki iklim tropis dan kaya akan hutan hujan tropis. Kondisi seperti bisa disebut juga sebagai agroklimak dimana potensi tanaman untuk tumbuh dan berkembang sangat besar sekali.

Lihat juga : Jenis-jenis Anggrek

Dendrobium tumbuh menyebar di Asia Selatan, India dan Sri Langka. Di Asia Timur Dendrobium banyak di budidayakan oleh masyarakat Jepang, Taiwan dan Korea. Di Asia Tenggara Dendrobium menjadi andalan Thailand, Indonesia dan Filiphina. Sebaran meluas ke Papua Nugini, New Zeland dan Tahiti. Dendrobium kebanyakan tumbuh liar di daerah tropis seperti Asia, namun ditemukan juga dalam jumlah kecil di selatan Amerika Serikat dan daerah koloni Inggris. Indonesia adalah kerajaan Dendrobium. Di Papua saja ada 450 spesies Dendrobium dan di Kalimantan ada 150 Dendrobium. Dan Indonesia punya Dendrobium keriting yang belum dikembangkan oleh bangsa-bangsa lain di dunia.

Dendrobium merupakan jenis anggrek yang banyak digemari, karena mudah dirawat dan sangat adaptif terhadap lingkungan baru. Oleh karena itu kita tidak heran kalau Dendrobium merupakan anggrek yang disarankan untuk penggemar yang masih pemula. Hanya dengan perawatan apa adanya sekalipun anggrek Dendrobium dapat tumbuh dan berbunga dengan maksimal. Satu hal lagi yang menjadi keasyikan dalam mengoleksi anggrek Dendrobium terdapat pada kesempatan untuk memperbanyak tanaman dengan mudah, yaitu cukup dengan memecah rumpun dari gerombolan yang sudah besar ataupun dari keiki. Pemecahan rumpun bisa dilakukan dengan teknik splitting dengan alat yang tajam dan steril. Splitting idealnya mengikutkan 2 hingga 4 batang dalam satu plant baru. Selain dengan teknik splitting, perbanyakan tanaman anggrek dendrobium bisa dengan sistem pembuahan. Sistem pembuahan (silangan) juga dapat menghasilkan anggrek jenis baru. Salah satu jenis hibrida hasil silangan antara seksi Spatulata dengan seksi Phalaenanthe adalah Dendrobium bantimurung C Bundt (1966). Dendrobium bantimurung yang saya pelihara berasal dari mas Ali M dari Banyuwangi. Anggrek ini saya tanam dengan media pakis cacahan dengan disangga oleh kayu karena tanaman ini memiliki ketinggian rata-rata diatas 1 meter.

Bantimurung 1

Dendrobium bantimurung merupakan hasil silangan antara Dendrobium clara Bundt dan Dendrobium lasianthera, Anggrek ini diregistrasikan pada 31 Desember 1966 oleh C. Bundt (sumber : www.orchideya.ca). Leluhur Dendrobium bantimurung berasal dari 50 persen adalah Dendrobium lasianthera, 29.69 persen adalah Dendrobium phalaenopsis dan sisanya tersebar berdasarkan bawaan induknya.

Bantimurung silsilah

bantimurung warna

Lihat juga : Teknik memupuk anggrek

Taksonomi anggrek Dendrobium bantimurung adalah:

Kingdom : Planthae ( dunia tumbuhan )
Divisi : Spermatophyta ( tumbuhan berbiji )
Subdivisi : Angiospremae ( biji tertutup )
Kelas : Monocotyledonae ( biji tungal )
Ordo : Orchidales ( bangsa anggrek-anggrekan )
Famili : Orchidaceae
Subfamili : Epidendroideae
Tribe : Epidendrae dendrobieae
Subtribe : Dendrobiinae
Genus : Dendrobium

Sumber bacaan : anggrek dendrobium, sejarah Dendrobium bantimurung

 


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *