Archive for the 'Lingkungan' Category

Nov 10 2016

Pengembangan Divisi TML

Dalam rangka meningkatkan pengakuan pada Divisi Teknik dan Manajemen Lingkungan Industri (TML), Departemen Teknologi Industri Pertanian IPB melalui pengkayaan atau penguatan substansi dan media promosi maka dilakukan pengembangan Web site Divisi TML. Web site yang dikembangkan sudah dapat diakses di domain labtml. Web site ini berisikan informasi terkait Profil Divisi, Sumber daya, Program Divisi dan Layanan Divisi. Semoga dengan adanya web ini akan menambah informasi bagi civitas akademika IPB maupun masyarakat luas.

Web TML

No responses yet

Jan 25 2016

Seminar “Peranan Laboratorium Lingkungan dalam Mendukung Pemantauan Lingkungan”

PT. Skylab pada hari Rabu tanggal 25 November 2015 mengadakan Seminar “Peranan Laboratorium Lingkungan dalam Mendukung Pemantauan Lingkungan” yang akan dilaksanakan IPB International Convention Center, Botani Square Building 2nd Floor, Jl. Pajajaran-Bogor 16127. Acara ini menghadirkan beberapa pembicara dari BSN, KLH, SKK Migas, Jaringan Laboratorium dan Asosiasi AMDAL. Acara dilaksanakan mulai jam 08.00 sampai 12.00.

Materi seminar yang disampaikan adalah :

  1. Pentingnya Standardisasi dan Akreditasi Laboratorium Lingkungan. Kepala Badan Standardisasi Nasional. Prof. Dr. Bambang Prasetya, M.Sc
  2. Peran Laboratorium Lingkungan dalam Pemantauan Kegiatan Pemanfaatan dan Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Ir. Tuti Hendrawati Mintarsih
  3. Implementasi Pemantauan Kualitas Lingkungan dalam Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Sektor Migas. Kepala Divisi Penunjang Operasi Satuan Khusus Kerja (SKK) Migas. Baris Sitorus
  4. Kontribusi Jaringan Laboratorium Lingkungan dalam memfasilitasi Pemantauan Lingkungan di Provinsi Jawa Barat. Kepala Jaringan Laboratorium Lingkungan Jawa Barat. Moelyadi Moelyo, M.Si
  5. Peranan Laboratorium Lingkungan dalam Menunjang Penyusunan Studi Lingkungan (EBA, AMDAL, UKL/UPL, Audit Lingkungan, dan Implementasi Dokumen Lingkungan). Ketua Asosiasi Forum AMDAL Indonesia. Ir. Anhar K. Kramadisastra, M.Sc

No responses yet

Dec 11 2015

Bulan Mutu 2015

Published by under Lingkungan

Badan Standardisasi Nasional (BSN) menyelenggarakan Bulan Mutu Nasional (BMN) dalam rangka memperingati Hari Standar Dunia dan Bulan Mutu Nasional yang diselenggarakan bulan November setiap tahunnya. BMN tahun 2015 ini digelar pada tanggal 9 – 10 November 2015 bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), serta tanggal 19 – 20 November 2015 di Auditorium Gedung II BPPT. Tema BMN tahun ini adalah “70 Tahun Merdeka: Standar Mempercepat Transformasi Indonesia Menuju Lebih Baik”.

Berbagai kegiatan akan dilaksanakan seperti Launching Skema Skreditasi Lembaga Sertifikasi Usaha Pariwisata, Launching Aplikasi Layanan Informasi, Launching Skema Sistem Manajemen Keamanan Rantai Pasokan, Penyerahan Sertifikat SNI Pasar Rakyat, Seminar Nasional, Temu Masyarakat Standardisasi, Pameran/ Indonesia Quality Expo (IQE), Penganugerahan SNI Award, Penghargaan untuk Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi yang aktif dalam bidang standardisasi, Penghargaan untuk Komite Teknis Perumus SNI Terbaik (HTCA), Worshop dan Training Cara Ekspor ke Timur Tengah, dan sebagainya. Kegiatan – kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan BSN dalam bidang standardisasi untuk mewujudkan Indonesia menuju lebih baik.

Pada tanggal 11 Nopember 2015 diselenggarakan pula Seminar “Kualitas Lingkungan Mendukung Kualitas Hidup” 10 November 2015, Assembly Hall 3 – Jakarta Convention Center.  Adapun Materi Seminar dapat di download di :

  1. Kesiapan LS Mendukung Standar Lingkungan
  2. Kesiapan Laboratorium Lingkungan dalam Mendukung Penerapan Standar Lingkungan
  3. Hubungan Industri daalam Pelestarian Lingkungan Hidup
  4. Jalan Transformatif Pelestarian Lingkungan Hidup di Indonesia
  5. Pengembangan Teknologi dan Produk Ramah lingkungan
  6. Hubungan Standar dan Penilaian Kesesuaian terhadap Perbaikan Kualitas Lingkungan

No responses yet

Mar 12 2013

Lingkungan Mati

Published by under Lingkungan

Kau     sebut orang bicara tentang hijau daunan, rimbun
pepohonan, bermilyar kilometer kubik air yang
memadat, mencair dan menguap, garis gunung dan
lembah yang serasi, komposisi zat asam yang rapi
dalam harmoni,
Tapi     yang nampak oleh mataku orang-orang bertanam
tebu seluas lapangan sepakbola di bibir mereka.
Kau     bercerita orang bicara tentang serangga dan fisika
tanah, unggas dan kimia udara, ikan dan habitat laut-
an, manusia dan tetangganya, bumi dan klimatologi,
Tapi    yang terdengar oleh telingaku adalah serangkai lagu
dimainkan lewat instrumen tua sudah, dan bertabur
debu.
Kau     tulis orang telah bicara mengenai rekayasa genetika
padi dan sapi, penggergajian kayu dan pengedukan
mineral bumi, penyuburan industri dan transportasi,
distribusi laba dan budaya, pemerataan angka-angka
di atas bilangan jajaran kepala demi kepala,
Tapi    yang terasa olehku adalah dusta yang bergincu lalu
ejekan terus-terusan pada kemiskinan, perpacuan
dalam keserakahan, dengan paduan suara pengatas-
namaan dengan penuh keteraturan.
Kau     ingat-ingatkan aku tentang harmoni budaya antara
tetumbuhan – hewan – angkasa – perairan – dan manu-
sia, lalu kau beri aku 1000 kauseri tentang kemanu-
siaan yang adil dan beradab, serta 1000 petunjuk
mengenai sivilisasi yang lestari,
Yang     kulihat di layar kaca adalah hewan diadu hewan
untuk mengeruk isi kantong wisatawan walau itu
jelas melanggar peraturan, manusia diadu manusia
walau itu menghina otak manusia dan menggilas
akal waras, semua itu cuma karena kalap pada
sepotong nama dan serakah pada sejumlah rupiah,
Kau    bercerita tentang orang yang berkata bahwa sesudah
hewan diadu hewan dan hewan diadu manusia
budaya jahiliah diresmikan sah, lalu manusia diadu
manusia bermula dengan pemujaan pada kepalan
dan luas-luas dipertontonkan, lalu naik satu tangga
manusia diadu manusia dengan senjata, naik tangga
berikutnya keroyokan atau pembantaian manusia
pada rakyat sendiri atau bangsa lain, dengan bedil
sundut bom napalm atau hulu nuklir, dengan ciri
kekerasan dan penindasan yang makin naik kelas
dalam kebiadaban, maka paripurnalah perusakan
pada kehidupan lingkungan.
Kau     berkata orang masih juga bicara tentang lingkungan
hidup,
Aneh    ingatanku malah-terpaku kini
pada
lingkungan
mati.

Taufiq Ismail, 1990

No responses yet

Feb 05 2013

Menengadah Keatas, Merenungi Ozon Yang Tak Tampak

Published by under Lingkungan

Langit masih biru di atas halaman dan kampungku
Awan dengan beberapa juta jemarinya,
saling berpegangan bergugus-gugusan
Mereka bergerak perlahan bagaikan enggan
Masih adakah angin yang bertugas dalam keindahan
Aku tidak mendengar lagi suara unggas dan siamang
Seperti di desaku Baruh, di masa kanakku
Kini yang beringsut adalah gemuruh kendaraan
Menderu di jalanan kota besar
Menderu di jalanan kota sedang
Menderu di jalanan kota kecil
Semua berkejaran dalam jalur nafkah dunia
Semua menanam mesin dan menabur industri
Semua memburu panen angka-angka
Bergumam dan menderam dalam paduan suara
Kemudian selesma, bersin lalu terbatuk-batuk
Punggungmu jadi terbungkuk-bungkuk
Siapa yang akan mengurutmu di bagian tengkuk
Danau yang menyimpan warna biru
kenapa engkau jadi kelam dan hijau
Sungai yang meluncurkan air berkilau
Kenapa engkau keruh, suaramu sengau
Hutan yang menutup daratan, perbukitan dan gunung
kudengar tangismu dipanggang nyala api
seraya kesakitan engkau melahirkan
luasan gurun pasir kering kerontang
Mereka menggergaji dua lubang raksasa di atas sana
Terdengarkah olehmu gemeretak suaranya
Pasukan klor yang garang membantai lapisan ozon
Dan lewat sobekan-sobekannya
menerjuni kawah stratosfer menganga

Meluncur-luncurlah gerimis sinar ultra ungu
Menusuki kulit bumi
Menusuki daun-daunan
Menusuki kulit kita
dan mengukir rajah kanker
dengan tinta ultra ungu
Dan makin panaslah kulit bumi
Engkau akan jadi penghuni padang pasir
Aku akan mengukur bentangan kersik membara
Di atas unggun ini
Akan kita kemanakan anak-cucu kita
Bongkahan es di kedua kutub, utara selatan
Dikabarkan meleleh perlahan-lahan
Menggenangi kota-kota pelabuhan
Di atas unggun, dikepung pasang lautan
Akan kita kemanakan anak-cucu kita
Mereka bertanya
Masih adakah angin yang bertugas dalam keindahan
Engkau terpaksalah berkata
Ada memang getar sejuta senar gitar
Tapi kini nyanyian lagu radiasi
Yang melelehkan air mata terlambat sekali
Jatuh membasahi catatan-catatan keserakahan
Ketika semua menanam mesin dan menabur industri
Ketika semua memburu panen angka-angka
Berkejaran dalam jalur nafkah dunia
Lalai membaca isyarat-isyarat demikian jelasnya
Dari Pemilik Semesta yang menitipkan ciptaanNya
Pada kita semua.

Taufiq Ismail, 1989

No responses yet

Jan 17 2013

Membaca Tanda-Tanda

Published by under Lingkungan

Ada sesuatu yang rasanya mulai lepas
dari tangan
dan meluncur lewat sela-sela jari kita

Ada sesuatu yang mulanya
tak begitu jelas
tapi kini kita mulai merindukannya

Kita saksikan udara
abu-abu warnanya
Kita saksikan air danau
yang semakin surut jadinya
Burung-burung kecil
tak lagi berkicau pagi hari

Hutan        kehilangan ranting
Ranting        kehilangan daun
Daun        kehilangan dahan
Dahan        kehilangan hutan

Kita saksikan zat asam
didesak asam arang
dan karbon dioksid itu
menggilas paru-paru

Kita saksikan
Gunung        memompa abu
Abu        membawa batu
Batu        membawa lindu
Lindu        membawa longsor
Longsor        membawa air
Air        membawa banjir
Banjir        membawa air

air
mata

Kita telah saksikan seribu tanda-tanda
Bisakah kita membaca tanda-tanda?

Allah
Kami telah membaca gempa
Kami telah disapu banjir
Kami telah dihalau api dan hama
Kami telah dihujani abu dan batu

Allah
Ampuni dosa-dosa kami

Beri kami kearifan membaca
Seribu tanda-tanda

Karena ada sesuatu yang rasanya
mulai lepas dari tangan
dan meluncur lewat sela-sela jari

Karena ada sesuatu yang mulanya
tak begitu jelas
tapi kini kami
mulai
merindukannya.

Taufiq Ismail, 1982

No responses yet

Jan 11 2013

10 Solusi Pangan dan Pertanian Terbaik

Published by under Info IPB,Lingkungan

Perubahan iklim memicu masalah pangan dan kemanusiaan. Pada saat yang sama, proses produksi pangan juga menghasilkan emisi gas rumah kaca penyebab pemanasan global.

Memroduksi pangan tanpa merusak lingkungan adalah solusinya. Dunia harus menjamin keamanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim dan cuaca ekstrem.

Tim Redaksi Hijauku.com memilih 10 artikel pangan dan pertanian terbaik di 2012 yang memberikan solusi untuk mengatasi ancaman terhadap keamanan pangan dan perubahan iklim global. Berikut adalah artikel-artikelnya.

1. Pola Makan Sehat, Bumi Pun Sehat

Pola makan yang sehat akan mengurangi emisi gas rumah kaca, menyehatkan bumi dan populasinya. Kesimpulan ini terungkap dalam laporan Global Environment Alert Service (GEAS) yang diterbitkan oleh Program Lingkungan PBB (UNEP).

2. Solusi Krisis Pangan: Jangan Buang Makanan

Dunia bisa terbebas dari krisis pangan jika mampu mengurangi separuh dari jumlah makanan yang terbuang.

3. Manfaat Makanan Organik bagi Anak

Makanan organik tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan anak namun juga bagi lingkungan.

4. Koperasi: Kunci Keamanan Pangan

Koperasi pertanian (agricultural cooperative) berperan penting mengurangi kemiskinan dan krisis pangan.

5. Tiga Tantangan Dunia Pertanian Masa Kini

Setidaknya ada tiga tantangan di industri pertanian masa kini yang semakin memerparah krisis lingkungan dan kemanusiaan.

6. Mari Berkebun, Mari Menciptakan Kota Hijau

Aktivitas berkebun skala kecil di perkotaan (market gardening) adalah kunci terwujudnya kota ramah lingkungan dan berkelanjutan.

7. Strategi Dunia Atasi Kelaparan dan Krisis Pangan

Dunia perlu berkoordinasi guna menemukan solusi atas perubahan iklim dan krisis pangan.

8. Meningkatkan Daya Saing Petani Kecil Indonesia

Petani kecil Indonesia memerlukan bantuan untuk masuk ke pasar modern sekaligus menghadapi pasar bebas.

9. Memerjuangkan Makanan Indonesia

Indonesia memiliki sumber bahan pangan terbanyak ketiga di dunia. Namun, mengapa pangan lokal belum berjaya?

10. Pertanian Organik Simpan Lebih Banyak Karbon

Penelitian terbaru dari Swiss membuktikan manfaat sistem pertanian organik bagi lingkungan dan iklim.

Sumber : Redaksi Hijauku

No responses yet

Jan 09 2013

Kurangi Limbah Plastik, Kota di AS Larang Air Minum Kemasan

Published by under Lingkungan

Peraturan dicetuskan untuk mendorong penggunaan air ledeng dan mengatasi permasalahan dunia terkait polusi limbah plastik

Air boleh ada di mana saja, tetapi tidak boleh ada di dalam botol plastik. Demikian peraturan terbaru yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang dari Concord, salah satu kota di Middlesex county, negara bagian Massachusetts, Amerika Serikat.

Lewat undang-undang yang mulai diterapkan per awal tahun 2013 ini, berarti, menyajikan air minum dalam kemasan botol plastik di kota seluas 67,4 kilometer persegi tersebut menjadi sebuah tindakan yang ilegal.

Peraturan baru yang melarang peredaran air mineral dalam kemasan botol plastik sendiri dicetuskan untuk mendorong penggunaan air ledeng dan mengatasi permasalahan dunia terkait polusi limbah plastik. Meski demikian, peraturan tersebut baru berlaku untuk air minum biasa yang “tidak bersoda dan tidak diberi perasa”. Artinya, Coca-cola atau minuman ringan lainnya, tidak dilarang.

Menurut Jean Hill, seorang aktivis setempat berusia 84 tahun, saat konsumen dibujuk untuk untuk menggunakan air minum yang bisa mereka dapat dengan biaya yang sangat terjangkau, botol-botol air minum tersebut telah memenuhi tempat pembuangan sampah.

“Perusahaan produsen air kemasan telah mengeringkan akuifer kita dan menjualnya kembali pada kita. Saya akan terus berusaha menghentikan ini,” ucap Hill.

Dalam peraturan terbaru ini, pelaku pelanggaran akan mendapatkan teguran. Namun, mereka yang kembali tertangkap menjual air minum dalam kemasan botol plastik akan didenda sebesar US$25 atau sekitar Rp240 ribu. Berikutnya, jika masih melanggar, ia akan dikenakan denda sebesar US$50 atau sekitar Rp482 ribu.
(Abiyu Pradipa. Sumber: Phys.Org)

Sumber : National Geographic Indonesia

No responses yet

May 07 2012

Bumi sedang Menangis

Published by under Lingkungan

Aku hidup di tahun 2070. Aku berumur 50 tahun, tetapi seperti sudah 85 tahun. Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih. Aku fikir tidak akan hidup lama lagi. Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku.

Aku teringat disaat aku berumur 5 tahun. Semua sangat berbeda. Masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau sekitar, setiap rumah punya halaman yang sangat indah, dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya. Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang dibasahi dengan minyak mineral. Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan. Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunkan air. Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng. Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja. Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan:

“JANGAN MEMBUANG-BUANG AIR..”

Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut. Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak terbatas. Sekarang, sungai, danau, bendungan, dan air bawah tanah semuanya telah tercemar atau sama sekali kering.
Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus. Infeksi saluran pencernaan, kulit, atau penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu.

Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar dengan segelas air minum per harinya. Banyak orang menjarah air di tempat-tempat sepi. 80% makanan adalah makanan sintesis. Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minumnya sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari. Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap
hari.Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah, kulit pecah-pecah akibat dehidrasi, ada banyak koreng, dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atsmosfer bumi semakin habis. Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun. Para
ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar. Manusia tidak bisa membuat air. Sedikitnya, jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi generasi mendatang. Morphology manusia mengalami perubahan, yang menghasilkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi. Pemerintah bahkan mambuat pajak atas udara yang kami hirup: 137 m3 per orang per hari [31,102 galon].

Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari “kawasan ventilasi” yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen. Udara yang tersedia di dalam “kawasan ventilasi” tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas. Umur hidup manusia rata-rata adalah 35 tahun. Beberapa Negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini dijaga ketat oleh pasukan bersenjata. Air menjadi barang sangat langka dan jarang turun hujan. Kalaupun
hujan, adalah hujan asam. Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi. Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli. Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu, aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau. Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain
air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak kita mau. Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu.

Dia bertanya:
“Ayah… mengapa tidak ada air lagi sekarang??”

Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku. Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian. . dan banyak orang lain juga..!! Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah
keadaan, tetapi tidak seorangpun yang melakukan. Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima akibatnya. Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah, karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah
mencapai titik akhir. Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi….Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini..!!

Dalam QS 30:41, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, sehingga Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar”

Nah sahabat,, global warming dan climate change telah mengancam indahnya masa depan kita bersama. Masihkah kita tega membiarkan bumi yang telah memberi kita banyak manfaat untuk terus menangis? Mulailah untuk membenahinya dari diri sendiri. Kalau bukan masing-masing pribadi yang sadar dan berupaya untuk cinta lingkungan, lalu siapa lagi…???
…^o^

Sumber : Mailing List

 

No responses yet

Apr 13 2012

Workshop Asesor Sistem Manajemen Lingkungan

Komite Akreditasi Nasional (KAN) menyelenggarakan kegiatan Workshop Asesor Sistem Manajemen Lingkungan SNI ISO 17021:2011 di Amos Cozy Hotel, Jakarta selama 3 hari, 9 – 11 April 2012. Acara diikuti oleh para perwakilan dari BSN, KLH, Perguruan Tinggi, LIPI, BATAN, Kehutanan yang berjumlah kurang lebih 20 orang. Acara dibuka oleh Bapak Heru Suseno pada Senin pagi (09/04/2012). Kegiatan ini adalah sebagai salah satu upaya untuk melaksanakan pengembangan kualitas akreditasi lembaga sertifikasi, serta meningkatkan kompetensi asesor. Dalam melaksanakan fungsi akreditasi, diperlukan kompetensi yang memadai terhadap asesor akreditasi dan sekretariat KAN.

Acara dibuka oleh Plh. Kepala Pusat Akreditasi Lembaga Sertifikasi BSN selaku Plh. Direktur Akreditasi Lembaga Sertifikasi KAN. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Heru Suseno, S.Pi, MT yang juga menyampaikan Syarat dan Aturan Akreditasi Lembaga Sertifikasi dilanjutkan dengan Improvement Plan KAN. Tiga elemen peting yang terkait waktu proses akreditasi adalah: Asesor KAN, Sekretariat dan Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK).

Salah satu elemen penting dalam akreditasi adalah Asesor. Asesor merupakan personil yang ditugaskan oleh Badan Akreditasi baik sebagai perorangan maupun sebagai bagian dari tim untuk melaksanakan asesmen suatu laboratorium dalam rangka pengakuan kompetensinya. Elemen ini sangat mempengaruhi kualitas akreditasi yang dihasilkan. Kompetensi teknis asesor menjadi suatu persyaratan mutlak yang diperlukan oleh suatu badan akreditasi apabila menginginkan hasil akreditasi dengan kualitas yang baik. Efektivitas & kredibilitas badan akreditasi tergantung pada kompetensi, profesionalisme dan integritas dari asesor.

Selain persyaratan teknis mengenai penguasaan metode penilaian dan standar penilaian terkait lembaga sertifikasi, seorang Asesor yang baik juga dituntut untuk bebas dari kepentingan komersial, keuangan atau tekanan lain atau pertentangan yang dapat menyebabkan asesor bertindak tidak independen. Asesor juga tidak boleh menawarkan jasa konsultasi pada laboratorium yang dapat menimbulkan ketidak netralan dalam proses penilaian dan keputusan akreditasi.

Materi selanjutnya yang disampaikan dalam workshop asesor sistem manajemen lingkungan adalah Akreditasi dan Sertifikasi, DPUM 01 sampai DPUM 05, yang disampaikan oleh Sekretariat KAN, Ibu Ratna. Pada Hari kedua, disampaikan SNI ISO 17021:2011, yang dijelaskan klausul per klausul oleh Kepala Bidang Akreditasi Sistem Manajemen Lingkungan selaku Manajer Akreditasi Lembaga Sertifikasi, Bapak Zul Amri, ST. Menurut standar bahwa Prinsip yang menumbuhkan keyakinan dalam sistem sertifikasi mencakup : ketidakberpihakan, kompetensi, tanggung jawab, keterbukaan, kerahasiaan, dan cepat tanggap terhadap keluhan.

Materi selanjutnya adalah Praktikal Auditing yang disampaikan pada hari ketiga oleh Asesor Kepala Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Lingkungan, Bapak Ir. Rustiwan Anis, M.Sc. Materi yang disampaikan mencakup: studi kasus, penulisan lembar ketidaksesuaian dan diskusi terkait teknik auditing.

No responses yet