Archive for the 'Lingkungan' Category

Aug 15 2017

Apendiculla cornuta

Published by under Anggrek,Lingkungan

Apendiculla cornuta

Appendicula adalah genus anggrek dengan lebih dari 130 spesies yang didistribusikan di Cina, India, Thailand, Vietnam, Malaysia, Indonesia, New Guinea, Filipina, Kaledonia Baru dan kepulauan Pasifik.  Biasa hidup sampai 2000 meter diatas permukaan laut di hutan dataran rendah yang lembab, hutan cemara primer, dan berdaun lebar sebagai tumbuhan kecil dan menengah, merupakan tanaman epifit atau litofit pada permukaan kapur dengan batang memanjang, sedikit zig-zag, tegak, tidak bercabang, memiliki batang yang panjang, daun berbentuk bulat panjang, elips, lonjong, bunga yang sangat cekung yang membawa bunga tertutup, masing-masing memiliki daun dan warnanya kuning seiring bertambahnya usia.

Tanaman ini saya gantung pada batang tanaman yang sudah mati. Appendicula merupakan anggrek yang sangat unik karena bunganya sangat kecil (sekitar 5 mm). Taksonomi Appendicula cornuta adalah:

Kingdom : Planthae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Ordo : Orchidales
Familia: Orchidaceae
Subfamilia: Epidendroideae
Tribus: Podochileae
Subtribus: Eriinae
Genus: Appendicula
Species: Appendicula cornuta Blume (1825)

 

No responses yet

Jun 05 2017

Perangko seri anggrek

Published by under Anggrek

Perangko edisi anggrek

Menyambut usia 200 tahun Kebun Raya Bogor, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor meluncurkan perangko seri khusus kekayaan anggrek Indonesia. Peluncuran perangko seri anggrek ini bertepatan dengan puncak perayaan 2 abad Kebun Raya Bogor yang jatuh pada tanggal 18 Mei 2017.

Perangko seri anggrek ini merupakan lanjutan dari perangko Negara Kesatuan RI dalam Puspa, yang digagas oleh Megawati Soekarno Putri saat meresmikan Griya Anggrek di Kebun Raya Bogor pada 2002 silam. Sebanyak 34 jenis anggrek dari seluruh Indonesia dibuat dalam bentuk perangko seri kali ini. Jenis anggrek yang dijadikan perangko dipilih berdasarkan asal atau areal distribusinya serta keberadaan anggrek tersebut di Kebun Raya Bogor

No responses yet

Apr 04 2017

Acriopsis lilifolia

Published by under Anggrek

Acriopsis lilifolia

Pertumbuhan anggrek ini adalah termasuk epiphyte sympodial, memiliki bentuk pertumbuhan yang menggumpal. Memiliki jenis daunan bentuk pseudobulbs masing-masing beruang 2 daunnya berbentuk kecil dan berbentuk bulat panjang. Bunga-bunga dihasilkan pada perbungaan panjang dan bercabang yang berasal dari pangkal pseudobulb dan bisa menampung hingga 200 bunga. Bunganya berbentuk silang, sepal lateral bagian bawah menyatu. Kelopak berwarna putih dengan bintik ungu di ujung kelopak bunga. Bibir bunga berwarna putih dengan tempelan ungu di bagian tengah bibir.  Distribusi tanaman ini tersebar di daerah Himalaya, Andaman Islands, Cambodia, Laos, Myanmar, Thailand, Vietnam, Borneo, Jawa, Lesser Sunda islands, Malaya, Maluku, Philippines, Sulawesi, Sumatera, New Guinea, Solomon Islands, Australia (Queensland) and Caroline Islands. Warna teduh (ungu dan putih) dan kelembaban yang rendah serta dalam kondisi hangat, kondisi pertumbuhan untuk memiliki bunga anggrek epifit ini pada musim semi dan musim panas, panjang 22″ [25 cm] tegak.

Anggrek epifit. Pseudobulb: ovate, menggerombol. Daun: 2-4 tiap pseudobulb, bentuk pita memanjang, 28  x  2 cm. Bunga: majemuk malai, panjang tangkai 60 cm, kuntum kecil, diameter 1-2 cm, sepala dan petala putih-kuning  pucat dengan bercak coklat kemerahan di bagian tengah. Labellum: terbuka lebar, putih, merah di bagian tengah. Taksonomi tanaman ini adalah:

Subtribus: the Acriopsidinae
Genus: Acriopsis
Species: lilifolia

 

No responses yet

Feb 25 2017

Dendrobium salaccense

Published by under Anggrek,Lingkungan

D. Salaccense

Dendrobium adalah salah satu generasi anggrek epifit sekitar lebih dari 1000 species yang biasa digunakan sebagai tanaman hias ruang atau taman. Bunganya sangat bervariasi dan indah. Dendrobium relatif mudah dipelihara dan mudah berbunga. Untuk para pemula yang ingin merawat anggrek sebaiknya memilih tipe dendrodium. Dendrobium sendiri berasal dari bahasa Yunani, dendros artinya pohon dan bios artinya hidup. Dendrobium mencerminkan tumbuhan yang menempel pada satu pohon sebagai epifit.

Dendrobium salaccense merupakan koleksi saya yang saya simpan di batang pohon jambu air. Memiliki bunga warna putih kekuningan dengan ukuran yang cukup relatif kecil (sekitar 3 cm) .  Distribusi tanaman ini tersebar di negara China, Tibet, Sri Lanka, Myanmar, Thailand, Vietnam, Borneo, Indonesia, Singapore dan Peninsular Malaysia. Taksonomi tanaman ini adalah:

Kingdom : Planthae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Ordo : Orchidales
Famili : Orchidaceae
Sub famili : Epidendroidae
Suku/Tribe : Malaxideae (Dressler & Dodson, 1960), Epidendreae (Comber, 1960), Dendrobieae (Chan et al., 1994)
Sub tribe : Dendrobiinae
Genus : Dendrobium
Species : D. Sallaccense

No responses yet

Nov 10 2016

Pengembangan Divisi TML

Dalam rangka meningkatkan pengakuan pada Divisi Teknik dan Manajemen Lingkungan Industri (TML), Departemen Teknologi Industri Pertanian IPB melalui pengkayaan atau penguatan substansi dan media promosi maka dilakukan pengembangan Web site Divisi TML. Web site yang dikembangkan sudah dapat diakses di domain labtml. Web site ini berisikan informasi terkait Profil Divisi, Sumber daya, Program Divisi dan Layanan Divisi. Semoga dengan adanya web ini akan menambah informasi bagi civitas akademika IPB maupun masyarakat luas.

Web TML

2 responses so far

Jan 25 2016

Seminar “Peranan Laboratorium Lingkungan dalam Mendukung Pemantauan Lingkungan”

PT. Skylab pada hari Rabu tanggal 25 November 2015 mengadakan Seminar “Peranan Laboratorium Lingkungan dalam Mendukung Pemantauan Lingkungan” yang akan dilaksanakan IPB International Convention Center, Botani Square Building 2nd Floor, Jl. Pajajaran-Bogor 16127. Acara ini menghadirkan beberapa pembicara dari BSN, KLH, SKK Migas, Jaringan Laboratorium dan Asosiasi AMDAL. Acara dilaksanakan mulai jam 08.00 sampai 12.00.

Materi seminar yang disampaikan adalah :

  1. Pentingnya Standardisasi dan Akreditasi Laboratorium Lingkungan. Kepala Badan Standardisasi Nasional. Prof. Dr. Bambang Prasetya, M.Sc
  2. Peran Laboratorium Lingkungan dalam Pemantauan Kegiatan Pemanfaatan dan Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Ir. Tuti Hendrawati Mintarsih
  3. Implementasi Pemantauan Kualitas Lingkungan dalam Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Sektor Migas. Kepala Divisi Penunjang Operasi Satuan Khusus Kerja (SKK) Migas. Baris Sitorus
  4. Kontribusi Jaringan Laboratorium Lingkungan dalam memfasilitasi Pemantauan Lingkungan di Provinsi Jawa Barat. Kepala Jaringan Laboratorium Lingkungan Jawa Barat. Moelyadi Moelyo, M.Si
  5. Peranan Laboratorium Lingkungan dalam Menunjang Penyusunan Studi Lingkungan (EBA, AMDAL, UKL/UPL, Audit Lingkungan, dan Implementasi Dokumen Lingkungan). Ketua Asosiasi Forum AMDAL Indonesia. Ir. Anhar K. Kramadisastra, M.Sc

No responses yet

Dec 11 2015

Bulan Mutu 2015

Published by under Lingkungan

Badan Standardisasi Nasional (BSN) menyelenggarakan Bulan Mutu Nasional (BMN) dalam rangka memperingati Hari Standar Dunia dan Bulan Mutu Nasional yang diselenggarakan bulan November setiap tahunnya. BMN tahun 2015 ini digelar pada tanggal 9 – 10 November 2015 bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), serta tanggal 19 – 20 November 2015 di Auditorium Gedung II BPPT. Tema BMN tahun ini adalah “70 Tahun Merdeka: Standar Mempercepat Transformasi Indonesia Menuju Lebih Baik”.

Berbagai kegiatan akan dilaksanakan seperti Launching Skema Skreditasi Lembaga Sertifikasi Usaha Pariwisata, Launching Aplikasi Layanan Informasi, Launching Skema Sistem Manajemen Keamanan Rantai Pasokan, Penyerahan Sertifikat SNI Pasar Rakyat, Seminar Nasional, Temu Masyarakat Standardisasi, Pameran/ Indonesia Quality Expo (IQE), Penganugerahan SNI Award, Penghargaan untuk Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi yang aktif dalam bidang standardisasi, Penghargaan untuk Komite Teknis Perumus SNI Terbaik (HTCA), Worshop dan Training Cara Ekspor ke Timur Tengah, dan sebagainya. Kegiatan – kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan BSN dalam bidang standardisasi untuk mewujudkan Indonesia menuju lebih baik.

Pada tanggal 11 Nopember 2015 diselenggarakan pula Seminar “Kualitas Lingkungan Mendukung Kualitas Hidup” 10 November 2015, Assembly Hall 3 – Jakarta Convention Center.  Adapun Materi Seminar dapat di download di :

  1. Kesiapan LS Mendukung Standar Lingkungan
  2. Kesiapan Laboratorium Lingkungan dalam Mendukung Penerapan Standar Lingkungan
  3. Hubungan Industri daalam Pelestarian Lingkungan Hidup
  4. Jalan Transformatif Pelestarian Lingkungan Hidup di Indonesia
  5. Pengembangan Teknologi dan Produk Ramah lingkungan
  6. Hubungan Standar dan Penilaian Kesesuaian terhadap Perbaikan Kualitas Lingkungan

No responses yet

Mar 12 2013

Lingkungan Mati

Published by under Lingkungan

Kau     sebut orang bicara tentang hijau daunan, rimbun
pepohonan, bermilyar kilometer kubik air yang
memadat, mencair dan menguap, garis gunung dan
lembah yang serasi, komposisi zat asam yang rapi
dalam harmoni,
Tapi     yang nampak oleh mataku orang-orang bertanam
tebu seluas lapangan sepakbola di bibir mereka.
Kau     bercerita orang bicara tentang serangga dan fisika
tanah, unggas dan kimia udara, ikan dan habitat laut-
an, manusia dan tetangganya, bumi dan klimatologi,
Tapi    yang terdengar oleh telingaku adalah serangkai lagu
dimainkan lewat instrumen tua sudah, dan bertabur
debu.
Kau     tulis orang telah bicara mengenai rekayasa genetika
padi dan sapi, penggergajian kayu dan pengedukan
mineral bumi, penyuburan industri dan transportasi,
distribusi laba dan budaya, pemerataan angka-angka
di atas bilangan jajaran kepala demi kepala,
Tapi    yang terasa olehku adalah dusta yang bergincu lalu
ejekan terus-terusan pada kemiskinan, perpacuan
dalam keserakahan, dengan paduan suara pengatas-
namaan dengan penuh keteraturan.
Kau     ingat-ingatkan aku tentang harmoni budaya antara
tetumbuhan – hewan – angkasa – perairan – dan manu-
sia, lalu kau beri aku 1000 kauseri tentang kemanu-
siaan yang adil dan beradab, serta 1000 petunjuk
mengenai sivilisasi yang lestari,
Yang     kulihat di layar kaca adalah hewan diadu hewan
untuk mengeruk isi kantong wisatawan walau itu
jelas melanggar peraturan, manusia diadu manusia
walau itu menghina otak manusia dan menggilas
akal waras, semua itu cuma karena kalap pada
sepotong nama dan serakah pada sejumlah rupiah,
Kau    bercerita tentang orang yang berkata bahwa sesudah
hewan diadu hewan dan hewan diadu manusia
budaya jahiliah diresmikan sah, lalu manusia diadu
manusia bermula dengan pemujaan pada kepalan
dan luas-luas dipertontonkan, lalu naik satu tangga
manusia diadu manusia dengan senjata, naik tangga
berikutnya keroyokan atau pembantaian manusia
pada rakyat sendiri atau bangsa lain, dengan bedil
sundut bom napalm atau hulu nuklir, dengan ciri
kekerasan dan penindasan yang makin naik kelas
dalam kebiadaban, maka paripurnalah perusakan
pada kehidupan lingkungan.
Kau     berkata orang masih juga bicara tentang lingkungan
hidup,
Aneh    ingatanku malah-terpaku kini
pada
lingkungan
mati.

Taufiq Ismail, 1990

No responses yet

Feb 05 2013

Menengadah Keatas, Merenungi Ozon Yang Tak Tampak

Published by under Lingkungan

Langit masih biru di atas halaman dan kampungku
Awan dengan beberapa juta jemarinya,
saling berpegangan bergugus-gugusan
Mereka bergerak perlahan bagaikan enggan
Masih adakah angin yang bertugas dalam keindahan
Aku tidak mendengar lagi suara unggas dan siamang
Seperti di desaku Baruh, di masa kanakku
Kini yang beringsut adalah gemuruh kendaraan
Menderu di jalanan kota besar
Menderu di jalanan kota sedang
Menderu di jalanan kota kecil
Semua berkejaran dalam jalur nafkah dunia
Semua menanam mesin dan menabur industri
Semua memburu panen angka-angka
Bergumam dan menderam dalam paduan suara
Kemudian selesma, bersin lalu terbatuk-batuk
Punggungmu jadi terbungkuk-bungkuk
Siapa yang akan mengurutmu di bagian tengkuk
Danau yang menyimpan warna biru
kenapa engkau jadi kelam dan hijau
Sungai yang meluncurkan air berkilau
Kenapa engkau keruh, suaramu sengau
Hutan yang menutup daratan, perbukitan dan gunung
kudengar tangismu dipanggang nyala api
seraya kesakitan engkau melahirkan
luasan gurun pasir kering kerontang
Mereka menggergaji dua lubang raksasa di atas sana
Terdengarkah olehmu gemeretak suaranya
Pasukan klor yang garang membantai lapisan ozon
Dan lewat sobekan-sobekannya
menerjuni kawah stratosfer menganga

Meluncur-luncurlah gerimis sinar ultra ungu
Menusuki kulit bumi
Menusuki daun-daunan
Menusuki kulit kita
dan mengukir rajah kanker
dengan tinta ultra ungu
Dan makin panaslah kulit bumi
Engkau akan jadi penghuni padang pasir
Aku akan mengukur bentangan kersik membara
Di atas unggun ini
Akan kita kemanakan anak-cucu kita
Bongkahan es di kedua kutub, utara selatan
Dikabarkan meleleh perlahan-lahan
Menggenangi kota-kota pelabuhan
Di atas unggun, dikepung pasang lautan
Akan kita kemanakan anak-cucu kita
Mereka bertanya
Masih adakah angin yang bertugas dalam keindahan
Engkau terpaksalah berkata
Ada memang getar sejuta senar gitar
Tapi kini nyanyian lagu radiasi
Yang melelehkan air mata terlambat sekali
Jatuh membasahi catatan-catatan keserakahan
Ketika semua menanam mesin dan menabur industri
Ketika semua memburu panen angka-angka
Berkejaran dalam jalur nafkah dunia
Lalai membaca isyarat-isyarat demikian jelasnya
Dari Pemilik Semesta yang menitipkan ciptaanNya
Pada kita semua.

Taufiq Ismail, 1989

No responses yet

Jan 17 2013

Membaca Tanda-Tanda

Published by under Lingkungan

Ada sesuatu yang rasanya mulai lepas
dari tangan
dan meluncur lewat sela-sela jari kita

Ada sesuatu yang mulanya
tak begitu jelas
tapi kini kita mulai merindukannya

Kita saksikan udara
abu-abu warnanya
Kita saksikan air danau
yang semakin surut jadinya
Burung-burung kecil
tak lagi berkicau pagi hari

Hutan        kehilangan ranting
Ranting        kehilangan daun
Daun        kehilangan dahan
Dahan        kehilangan hutan

Kita saksikan zat asam
didesak asam arang
dan karbon dioksid itu
menggilas paru-paru

Kita saksikan
Gunung        memompa abu
Abu        membawa batu
Batu        membawa lindu
Lindu        membawa longsor
Longsor        membawa air
Air        membawa banjir
Banjir        membawa air

air
mata

Kita telah saksikan seribu tanda-tanda
Bisakah kita membaca tanda-tanda?

Allah
Kami telah membaca gempa
Kami telah disapu banjir
Kami telah dihalau api dan hama
Kami telah dihujani abu dan batu

Allah
Ampuni dosa-dosa kami

Beri kami kearifan membaca
Seribu tanda-tanda

Karena ada sesuatu yang rasanya
mulai lepas dari tangan
dan meluncur lewat sela-sela jari

Karena ada sesuatu yang mulanya
tak begitu jelas
tapi kini kami
mulai
merindukannya.

Taufiq Ismail, 1982

No responses yet

Next »