Archive for the 'Halal' Category

Feb 04 2013

Riwayat “Makanan Halal”

Published by under Halal,Kajian Islam

Diriwayatkan, ada seorang pemuda sedang berjalan di pinggir sungai. Dia menemukan buah anggur yang hanyut di sungai. Ia lantas mengambil buah itu dan memakannya hingga masuk ke perutnya.

Namun, belum habis buah anggur itu dimakan, sang pemuda menyadari bahwa buah itu tidak halal baginya, sebelum sang pemilik buah menghalalkannya.

Sang pemuda ini pun menyusuri sungai dan mencari pemilik kebun anggur itu. Dalam perjalanannya, akhirnya dia berjumpa dengan sang pemilik kebun. Sang pemuda lantas menyampaikan maksudnya dan memohon izin kepadanya untuk mengikhlaskan buah yang sudah dimakannya. Tapi, sang pemilik kebun tak mau menghalalkannya.

Sang pemuda ini terus memohon kepada pemilik kebun itu. Bahkan, ia rela menjadi penjaga kebun itu walau tanpa diupah asal dirinya mendapatkan kehalalan dari buah yang sudah dimakannya. Sebab, ia khawatir, buah anggur yang tidak halal itu bisa menjadi penghalang dirinya masuk ke surga.

Akhirnya, sang pemilik kebun mempekerjakan si pemuda sebagai penjaga kebun. Setelah beberapa waktu, dan melihat kesungguhan si pemuda menjaga dirinya dari hal-hal yang diharamkan, sang pemilik kebun ini berniat menghalalkan buah anggur itu.

“Namun dengan satu syarat,” ujarnya. Sang pemuda ini pun semringah, dan dia siap memenuhi syarat itu asal mendapat ridha dari sang pemilik kebun. “Syarat itu adalah, engkau harus menikah dengan anakku. Ia buta, tuli, bisu, dan lumpuh,” ujar pemilik kebun.

Mendengar hal itu, bukannya gembira, hati si pemuda justru makin gelisah. Sebab, dirinya akan mendapatkan istri yang tidak bisa apa-apa, yakni buta, tuli, bisu, dan lumpuh pula. Namun, demi halalnya anggur yang sudah masuk ke perutnya, ia pun menerima syarat itu.

Singkat cerita, dinikahkanlah si pemuda dengan anak pemilik kebun itu. Sesudah akad nikah, si pemuda dipersilakan menemui istrinya. Alangkah terkejutnya si pemuda, sebab perempuan yang ada di kamar itu, justru tidak buta, tidak tuli, tidak bisu, dan juga tidak lumpuh. Ia bisa melihat, mendengar, berbicara, dan berjalan.

Mengetahui sang suami kebingungan, istrinya kemudian menjelaskan maksud orang tuanya yang menyatakan dirinya buta, tuli, bisu, dan lumpuh. “Ayahku benar. Aku bisu, karena tidak pernah membicarakan hal-hal yang buruk. Aku tuli karena tidak pernah mendengar hal-hal yang haram. Aku buta karena tak pernah melihat kemaksiatan. Dan aku lumpuh karena tak pernah pergi ke tempat maksiat,” ujarnya.

Mendengar hal itu, maka gembiralah hati sang pemuda. Ternyata, ketulusan dan keikhlasannya untuk senantiasa mencari makanan yang halal telah berbalas dengan kebaikan. Ia pun memuji kebesaran Allah SWT. Dari perkawinan mereka, lahirlah seorang ulama besar. Dialah Imam Hanafi. Dalam riwayat lain disebutkan, sang pemuda itu adalah ayah dari Imam Syafii.

Dari cerita ini dapat kita ambil hikmah bahwa orang yang senantiasa mencari rezeki halal, niscaya akan berbuah pada kebaikan. Rasul SAW bersabda; “Akan datang suatu masa yang ketika itu manusia tidak lagi menghiraukan sumber pendapatannya, apakah berasal dari yang halal atau dari yang haram.” (HR Bukhari dan Nasai). Wallahu a’lam.

Sumber : Republika

No responses yet

Jan 12 2013

Titik Kritis Kehalalan FROYO

Published by under Halal

Sebagian orang mungkin kenal istilah Froyo.  Bahkan salah satu versi Android, diberi nomor 2.2 dengan nama Froyo. Froyo atau Frozen Yoghurt merupakan yoghurt yang telah mengalami proses pendinginan, sehingga secara fisik tampak sama dengan es krim. Sebelum didinginkan, yoghurt biasanya dihaluskan lagi terlebih dahulu dengan blender atau mesin pembuat ice cream. Citarasa dan karakter asam yoghurt masih tetap terasa dalam froyo ini. Jadi frozen yoghurt memiliki rasa sama dengan yoghurt tetapi memiliki tekstur es krim nan lembut, low fat tentunya.

Froyo menjadi salah satu jajanan yang banyak dicari orang. Mulai dari orang dewasa, remaja dan anak-anak pun ikut keranjingan untuk mengkonsumsi produk yang diklaim rendah lemak dan banyak mengandung bakteri positif bagi pencernaan ini. Tengok saja aneka gerai Froyo yang kini berseliweran di mall-mall di kota-kota besar di Indonesia. Mulai dari Sour Sally, Heavenly Blush, Orangeberry, J.Cool, Red Mango, Icy Blue, Maggie hingga Tutti Fruti. Harga yang variatif menjadi salah satu alasan mengapa Froyo menjadi trend baru yang cepat melonjak.

Sejarah FROYO

Sejarah froyo sendiri dimulai di Amerika, yakni sejak tahun 1970-an. Froyo kemudian redup di tahun 1980-an. Pada tahun 1990-an froyo mulai merambah pasar sebagai salah satu produk dessert yang laku dipasaran. Beragam perkembangan variasi rasa yoghurt dan topping kemudian menjadikan froyo makin digemari konsumen. Gerai-gerai froyo mulai marak baik di mall dan pusat perbelanjaan lainnya.

Di Indonesia sendiri, gerai-gerai froyo mulai marak sejak setahun lalu yakni pada tahun 2008. Dimulai dengan kemunculan salah satu gerai Sour Sally asal Amerika Serikat yang kemudian diikuti dengan gerai lokal lainnya asal Indonesia. Trend jajan, makanan sehat dan kebiasaan nongkrong menjadi salah satu faktor pemicu froyo menjadi salah satu jajanan yang diburu orang.

Mengenai rasa asam khas yoghurt anda jangan terlalu khawatir. Tidak terlalu asam, aromanya hanya tercium selintas saja. Untuk yang memiliki masalah dengan perut ada baiknya sebelum menyantap froyo perut sudah terisi makanan, jadi tidak kosong yang nantinya malah akan menimbulkan penyakit bagi yang perutnya sensitif.

Kaidah Halal Jangan Dilupakan

Sehat sudah, lezat sudah dan kandungan gizinya pun cukup untuk tubuh. Sekarang bagaimana dengan aspek kehalalannya. Ini yang kurang diperhatikan, banyak orang tidak sadar dibalik kelembutan dan  segala kebaikannya, frozen yoghurt juga menyimpan bahan-bahan yang mesti juga diperhatikan aspek kehalalannya.Bahan yang menjadi titik kritis aspek kehalalan meliputi starter kultur fermentasi, gelatin hingga flavor.

Stater

Starter tersebut merupakan bakteri yang ditumbuhkan, media pertumbuhan tersebut lah yang mesti dikritisi. Sebab kemungkinan berasal dari unsur haram tetap ada.

Topping

Selain bahan baku yoghurt-nya, topping froyo juga mesti diperhatikan kehalalannya. Untuk topping buah-buahan segar mungkin tidak menjadi masalah. Namun jika topping tersebut adalah coklat, cocoa pebbles, granola cereal, mochi dan biscuit oreo mesti dilihat dulu apakah produk tersebut sudah ada sertifikat halal atau tidak.

Titik kritis kehalalan mochi ada pada:

  1. Gelatin
  2. Bahan tepung
  3. Bahan pewarna

Titik kritis kehalalan biscuit ada pada :

  1. Gelatin
  2. Pd tahun 2008 ada impor biscuit dari China yang mengandung melamin yaitu senyawa pestisida yang acap digunakan untuk campuran plastik.
  3. Shortening biscuit bahan baku 100% lemak yang banyak digunakan adalah lemak babi.

Tepung

Bahan tepung E920L-Cystein, L-Cystein Hydrochlorid dari hewan dan rambut manusia.

Bahan pewarna

E120 Karmin Pure, Cochenille, Karmin Acid bahan pewarna natur berwarna merah untuk minuman berasal dari alkohol. E140 Chlorophyl untuk industri dihasilkan dari asam lemak&phospat yang tidak diketahui asalnya.

Gula
Gula pasir titik kritisnya ada pada proses pemucatan/pemutihan warna gula dengan arang aktif yang seringkali didapat dari tulang babi/sapi yg tidak disembelih dengan cara islami.

Lesitin/emulsifier
Cara untuk membuat lesitin yang diragukan kehalalannya diantaranya menggunakan enzim fosfolipase yang berasal dari pankreas Babi dan proses ekstraksi yang menggunakan alkohol.

Starter yogurt

Jadi starter yogurt bisa dibeli instan di toko kimia atau dibiakkan sendiri.
Karena cari yang bakteriny masih hidup berarti kalo bikin sendiri ya cari plain yogurt yang sudah ada label halalnya kan jadi terjamin kehalalannya, nah kalo dari starter yang instan perlu diperhatikan kultur pembiakkannya.

Flavor / perisa

Jadi flavor itu ada yang alami dan buatan. Nah titik kritisnya ada pada alkohol sebagai pelarut dan turunan hewan sebagai campurannya. Nah masalahnya,berdasarkan aturan FDA,perusahaan makanan tidak harus mencantumkan alkohol dalam komposisi flavor. Hal ini yg bikin banyak yang “tertipu” dengan flavor. Padahal ada alternatif bahan pelarut lain yang halal sebagai pelarut flavor.

Gelatin
Gelatin berguna sebagai pelembut dan penstabil froyo. Sumber bahan baku gelatin dapat berasal dari sapi (tulang dan kulit jangat), babi (hanya kulit) dan ikan (kulit). Dari artikel tersebut maka dapat disimpulkan, titik kritis keharaman gelatin adalah pada bahannya (kulit babi). Produsen gelatin lebih memilih bahan kulit babi karena kualitas bagus dan prosesnya singkat, sehingga menekan biaya produksi. Akan tetapi karena keharamannya maka harus dicari bahan yang dapat menghasilkan kualitas bagus dan pastinya halal dan thoyyib yaitu ikan.

Sumber : Halalmui, Kriteria Halal & myhalalcorner 

 

One response so far